Jakarta (ANTARA) - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Timur menutup akses liar menuju kawasan rel kereta api di wilayah Jatinegara, menyusul viralnya video pasangan yang diduga melakukan perbuatan mesum di pinggir rel tersebut.
"Langkah yang dilakukan, salah satunya menutup kembali pagar dan tembok yang menjadi akses keluar masuk ke wilayah rel," kata Kepala Satpol PP Jakarta Timur Muhammadong saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Kamis.
Penutupan akses itu menjadi salah satu langkah utama yang disepakati dalam koordinasi lintas instansi yang digelar pada hari ini, Kamis, di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Kelurahan Cipinang Besar Utara, Kecamatan Jatinegara.
Menurut Muhammadong, akses keluar masuk menuju area rel tersebut selama ini dimanfaatkan masyarakat secara bebas sehingga harus segera ditertibkan.
Terlebih, area rel kereta api merupakan kawasan terbatas yang tidak semestinya dijadikan tempat beraktivitas masyarakat.
Selain membahayakan keselamatan, kata dia, keberadaan akses liar juga memicu munculnya aktivitas yang mengganggu ketertiban umum.
Koordinasi penanganan itu pun dilakukan bersama dengan Wakil Kepala Stasiun Jatinegara, unsur pengendali lapangan, Satpol PP Kecamatan Jatinegara, serta Bhabinkamtibmas, dengan dipimpin oleh Kepala Satpol PP Kecamatan Jatinegara Teguh NA.
Baca juga: Personel gabungan tingkatkan patroli antisipasi tawuran di Jatinegara
Selain penutupan akses, Pemerintah Kota Jakarta Timur bersama PT KAI juga akan meningkatkan pencahayaan di sekitar lokasi. Penambahan penerangan itu dilakukan untuk mengurangi titik-titik gelap yang rawan dijadikan tempat berkumpul maupun aktivitas negatif.
"Kawasan yang minim penerangan memang berpotensi disalahgunakan. Karena itu, penerangan akan ditambah agar pengawasan lebih optimal," ujar Muhammadong.
Tak hanya itu, patroli gabungan rutin juga akan digelar mulai malam hari. Patroli ini melibatkan unsur Tiga Pilar Kecamatan Jatinegara bersama dengan petugas pengamanan internal PT KAI.
Muhammadong menilai langkah tersebut merupakan bentuk respons cepat pemerintah terhadap keresahan masyarakat setelah video perbuatan tidak senonoh di sekitar rel tersebut ramai diperbincangkan di media sosial.
Dia pun berharap penataan akses dan penguatan pengawasan dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tertib, sekaligus mencegah kawasan rel dijadikan sebagai tempat aktivitas yang melanggar norma.
"Masyarakat juga kami minta ikut menjaga lingkungan dan tidak memasuki area rel sembarangan karena sangat berbahaya," tutur Muhammadong.
Hingga kegiatan monitoring selesai dilakukan, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di lokasi tersebut dilaporkan tetap aman, kondusif, dan terkendali.
Sebelumnya, viral di media sosial Instagram @info.jakartatimurr sebuah video yang memperlihatkan perbuatan tidak senonoh dilakukan oleh laki-laki dan perempuan di perlintasan rel kereta api di Jalan Bekasi Timur, Cipinang Besar Utara, Jatinegara, Jakarta Timur.
Berdasarkan rekaman video tersebut, mereka nekat melakukan hubungan intim di tepi perlintasan rel kereta api pada Rabu (6/5) sekitar pukul 23.30 WIB.
Baca juga: Petugas gabungan tertibkan 43 PKL pemicu macet di Jatinegara
Baca juga: 250 personel gabungan dikerahkan tertibkan PKL di Jaktim
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































