Lubuk Basung (ANTARA) - Ketua Tim Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Kolonel Inf Tamimi Hendra Kesuma memimpin kunjungan supervisi percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana alam di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada 10-12 Maret 2026.
"Kunjungan ini untuk melihat langsung kondisi daerah terdampak, sekaligus melakukan pengecekan pembentukan tim pendataan calon penerima hunian tetap (huntap), baik melalui skema in-situ, ex-situ relokasi mandiri, maupun relokasi terpusat," kata Tamimi Hendra Kesuma di Lubuk Basung, Kamis.
Sebelum peninjauan lapangan pada Rabu (11/3) Satgas PRR terlebih dahulu mengikuti rapat koordinasi bersama unsur TNI, Polri, dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Rapat tersebut dipimpin oleh Wakil Bupati (Wabup) Agam Muhammad Iqbal untuk membahas berbagai langkah percepatan rehabilitasi serta rekonstruksi pascabencana di Agam.
Pada hari pertama peninjauan lapangan, Rabu (11/39, Satgas PRR mengunjungi hunian sementara (huntara) di Kayu Pasak dan Padang Gantiang.
Baca juga: Pemkab Agam sediakan empat lokasi hunian tetap bagi penyintas
Tim juga meninjau jembatan Bailey di Subarang Aia yang dibangun oleh Polri, serta melihat kondisi ruas jalan Durian Kapeh sampai Subang-Subang yang terputus akibat bencana.
Selain itu rombongan turut mengunjungi lahan Hak Guna Usaha (HGU) milik PT Palalu Raya dan PT Inang Sari yang diusulkan pemerintah daerah (pemda) sebagai salah satu lokasi pembangunan huntap bagi masyarakat terdampak bencana.
Pada hari kedua Kamis (12/3), Satgas melanjutkan peninjauan ke sejumlah lokasi terdampak lainnya, antara lain SMPN 3 Tanjung Raya yang terdampak banjir Sungai Batang Asam serta hunian sementara di Linggai yang dibangun oleh Danantara.
Tim juga meninjau SD Negeri 09 Bancah yang terdampak banjir bandang dan melihat langsung aktivitas belajar mengajar di sekolah darurat yang saat ini digunakan oleh para siswa.
Selain itu rombongan meninjau titik longsor dan banjir di sekitar jembatan Bailey Sungai Rangek yang dibangun oleh TNI, serta melihat pembangunan jembatan Armco di Sungai Rangek satu dan Sungai Rangek dua yang juga dikerjakan oleh TNI.
Baca juga: BNPB: Korban banjir Sumatera terima huntap lengkap dengan sertifikat
Tamimi menekankan pentingnya memastikan validitas data terkait hunian sementara, rencana pembangunan hunian tetap, serta data bantuan sosial dari kementerian bagi masyarakat terdampak bencana.
Untuk usulan huntap oleh pemerintah daerah dengan memanfaatkan lahan eks HGU PT Palalu Raya dan PT Inang Sari. “Usulan ini nantinya akan kami sounding dan koordinasikan lebih lanjut dengan BPN untuk tindak lanjutnya,” kata Tamimi.
Selain itu Satgas juga menyoroti kebutuhan listrik bagi penghuni hunian sementara. Untuk itu ia mengusulkan agar pemerintah daerah berkoordinasi dengan PLN guna mencari solusi berupa penurunan tarif atau pemberian subsidi listrik bagi masyarakat yang saat ini menempati huntara.
Melalui kunjungan ini, kata dia, diharapkan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Agam dapat berjalan lebih optimal, sehingga masyarakat terdampak segera mendapatkan huntap tetap yang layak serta dukungan pemulihan kehidupan secara menyeluruh.
Baca juga: Menhut: Belum ada pengajuan kawasan hutan untuk huntara dan huntap
Pewarta: Altas Maulana
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































