Satgas: Penyebab keracunan MBG Aceh Selatan akibat kontaminasi bakteri

3 hours ago 1
Hasil uji sampel Loka Pengawasan Obat dan Makanan (POM) mengungkap keracunan pelajar setelah menyantap makanan Program MBG yang terkontaminasi bakteri

Banda Aceh (ANTARA) - Satuan Tugas (Satgas) Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Aceh Selatan mengungkap penyebab keracunan pelajar usai menyantap menu MBG karena makanan terkontaminasi bakteri.

Ketua Satgas Penyelenggaraan Program MBG Kabupaten Aceh Selatan Diva Samudra Putra di Aceh Selatan, Rabu, makanan terkontaminasi bakteri tersebut berdasarkan hasil uji sampel.

"Hasil uji sampel Loka Pengawasan Obat dan Makanan (POM) mengungkap keracunan pelajar setelah menyantap makanan Program MBG yang terkontaminasi bakteri," katanya.

Baca juga: Puskesmas di Aceh Selatan maksimalkan penanganan korban keracunan

Sebelumnya, sebanyak 18 anak sekolah dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga SMA di Kecamatan Pasie Raja, Kabupaten Aceh Selatan, dilarikan ke puskesmas mendapatkan perawatan medis pada Jumat (27/2) sore.

Belasan pelajar tersebut mengalami gejala mual, muntah, diare, pusing, serta sakit perut. Mereka didiagnosis mengalami gastroenteritis akut (GEA). Atas kejadian tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Aceh Selatan mengategorikan Kejadian Luar Biasa (KLB).

MBG dikonsumsi belasan anak sekolah tersebut berasal dari Yayasan Ruang Kito Basamo melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gampong Ujung Padang Asahan, Kecamatan Pasie Raja, Kabupaten Aceh Selatan.

Baca juga: BGN: Siswa keracunan MBG di Bireun Aceh sudah sembuh

"Hasil uji sampel tersebut menjadi pedoman dan bahan masukan untuk tindak lanjut bagi instansi dan pengambil kebijakan terkait sesuai dengan kewenangan berdasarkan peraturan perundang-undangan," kata Diva Samudra Putra.

Ia menyebutkan hasil laboratorium menunjukkan bahwa dari lima sampel makanan yang diperiksa ditemukan adanya cemaran mikroba, seperti Bacillus cereus, Staphylococcus aureus, dan Salmonella.

"Bakteri tersebut menyebabkan mual, muntah, dan diare. Hasil pemeriksaan laboratorium mengindikasikan makanan tersebut tidak memenuhi syarat," kata Diva Samudra Putra.

Baca juga: Hoaks, BGN: Informasi siswa meninggal karena MBG di Aceh tidak benar

Pewarta: M.Haris Setiady Agus
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |