Jakarta (ANTARA) - Samsung dilaporkan tengah mempertimbangkan menghadirkan fitur kamera dari seri flagship terbaru Galaxy S26 ke ponsel generasi sebelumnya.
Fitur yang dimaksud adalah Virtual Aperture pada kamera telefoto yang saat ini tersedia di lini Samsung Galaxy S26, Samsung Galaxy S26+, dan Samsung Galaxy S26 Ultra.
Dilansir dari GSM Arena Senin (9/3) waktu setempat, Virtual Aperture berpotensi dihadirkan ke ponsel Samsung Galaxy S25 Series melalui pembaruan perangkat lunak karena fitur tersebut sepenuhnya berbasis perangkat lunak.
Baca juga: iPhone 17 Pro kalahkan Galaxy S26 Ultra dalam uji kamera awal DxOMark
Virtual Aperture memungkinkan pengguna mensimulasikan bukaan lensa yang berbeda secara digital. Fitur ini dapat digunakan untuk mengatur tingkat efek blur pada latar belakang, sehingga hasil foto potret terlihat lebih menonjol dengan efek bokeh yang dapat disesuaikan.
Permintaan pengguna di internet menjadi salah satu alasan Samsung mempertimbangkan menghadirkan fitur tersebut, dan seorang eksekutif perusahaan telah mengonfirmasi bahwa pihaknya sedang meninjau kemungkinan implementasinya.
Baca juga: Samsung Galaxy S27 dikabarkan bawa sensor kamera 200MP
Saat ini, fitur Virtual Aperture sebenarnya sudah dapat digunakan pada seri Galaxy S25 melalui aplikasi Expert RAW, namun hanya untuk kamera utama. Jika dukungan tersebut diperluas ke kamera telefoto, fitur tersebut dinilai akan memberikan fleksibilitas lebih besar bagi pengguna saat mengambil gambar.
Di sisi lain, rumor juga menyebut bahwa generasi ponsel Galaxy S Series berikutnya, yakni Galaxy S27, kemungkinan akan kembali menghadirkan bukaan lensa variabel secara fisik pada kamera utama. Teknologi tersebut sebelumnya pernah digunakan Samsung pada Galaxy S9 pada 2018 dan Galaxy S10 pada 2019 sebelum akhirnya dihentikan.
Baca juga: Membedah aspek yang ditingkatkan di Galaxy S26 dan S26+
Baca juga: Samsung konfirmasi Galaxy S26 dukung komunikasi satelit
Penerjemah: Farhan Arda Nugraha
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































