Palembang (ANTARA) - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumatera Selatan mengirimkan sampel "deoxyribonucleic acid"(DNA) korban kecelakaan Bus Antar Lintas Sumatra (ALS) di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) ke laboratorium Mabes Polri guna mempercepat proses identifikasi korban.
Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang Kombes Pol Budi Susanto saat konferensi pers di Palembang, Kamis, mengatakan proses identifikasi terkendala kondisi jenazah korban yang mengalami luka bakar berat akibat kecelakaan dan kebakaran bus tersebut.
Seluruh korban mengalami luka bakar hingga 99 persen karena terbakar hangus sehingga, tim DVI Polda Sumsel bersama Mabes Polri mengalami kesulitan mencocokkan identitas korban karena sebagian besar tubuh korban sudah tidak dapat dikenali.
Tim forensik kini memilih sampel terbaik yang masih memungkinkan digunakan untuk proses identifikasi. Sampel tersebut kemudian dikirim ke laboratorium Mabes Polri untuk dilakukan pemeriksaan dan pencocokan data dengan sampel keluarga korban.
“Kami sedang memilih sampel yang terbaik untuk dikirim,” katanya.
Budi menambahkan dari 16 kantong jenazah yang diterima RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang, sebanyak 11 di antaranya telah dilakukan pengambilan sampel dari pihak keluarga. Sementara lima jenazah lainnya masih menunggu kedatangan keluarga korban.
“Kami masih menunggu pihak keluarga dari lima jenazah ini untuk dilakukan pengambilan sampel,” kata dia.
Baca juga: Gubernur Sumut pastikan penanganan korban kecelakaan Bus ALS di Sumsel
Baca juga: BPTD Sumsel turunkan tim periksa bus ALS yang kecelakaan
Baca juga: Ikhtiar mengantar pulang korban kecelakaan maut Muratara
Pewarta: Ahmad Rafli Baiduri
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































