Riyadh (ANTARA) - Sorak-sorai dan tawa pengunjung yang antusias kerap terdengar saat sebuah robot anjing China memikat pengunjung dengan gerakan tarinya dalam acara Future of Media Exhibition (FOMEX), yang digelar bersamaan dengan ajang Saudi Media Forum di Riyadh dari Rabu (19/2) hingga Jumat (21/2).
Selain menari, robot anjing itu memukau para pengunjung dengan berbagai gerakan interaktif seperti melompat, meregangkan badan, berjabat tangan, bersorak, menerkam, dan duduk dengan tenang.
Karena terpesona, para pengunjung pun dengan bersemangat mengeluarkan ponsel mereka untuk mengabadikan penampilan itu, dan berlama-lama di depan stan.
"Anjing yang sangat cerdas!" ungkap seorang blogger dari Bahrain setelah robot itu membuat tanda hati dengan jarinya. "Saya akan mengunggah videonya di media sosial."
Seorang pengunjung asal Arab Saudi tertarik pada daya tarik emosional robot anjing ini. "Robot ini bisa menjadi pendamping yang cerdas ... Saya ingin sekali membelinya!" Osama Imam, seorang pengunjung dari Istanbul, Turkiye, menguji kestabilan robot tersebut dengan mendorongnya beberapa kali.
Namun, daya tarik robot anjing itu lebih dari sekadar atribut-atribut menyenangkannya, dan teknologi mutakhir yang menggerakkannya lah yang paling menarik perhatian.
Dinamai Go2 Pro, robot anjing tersebut merupakan model terbaru yang diluncurkan oleh perusahaan China, Unitree Robotics, pada 2023. Dilengkapi dengan radar laser 4D LIDAR L1 yang dikembangkan secara mandiri oleh Unitree, robot berkaki empat ini memiliki kemampuan pengenalan ultraluas, titik buta yang minimal, jangkauan deteksi hingga sedekat 0,05 meter, dan kemampuan beradaptasi di segala medan.
"Robot berkaki empat yang dikembangkan oleh Unitree ini banyak digunakan dalam penelitian, inspeksi, dan pengendalian kebakaran" ketika dilengkapi dengan perangkat yang berbeda-beda, ujar Wang Xinyi, manajer penjualan Unitree untuk kawasan Timur Tengah, kepada Xinhua. Dia menyebutkan robot berkaki empat Unitree saat ini mencakup 60-70 persen dari pengiriman global.
"Delapan kilogram? Hebat," kata Imam setelah mengetahui kapasitas bobotnya. "Desainnya sangat bagus. Ini adalah sebuah karya seni."
Seorang mahasiswa teknik komputer dari King Saud University mengamati dengan cermat teknologi robot tersebut. "Apakah ini termoreseptor? Berapa daya angkatnya? Berapa berat yang dapat ditopangnya?" tanyanya dengan rasa ingin tahu yang besar.
Setelah mendapatkan jawaban, dia memuji inovasi itu, "Buatan China selalu yang terbaik. Saya memiliki banyak produk dari China, dan semuanya selalu berkualitas tinggi."
Saat mengomentari perkembangan teknologi China, Reyner Gutierrez, seorang peserta pameran dari Bloomberg, mengatakan kepada Xinhua, "Sungguh menakjubkan. Semua teknologi (dari China) luar biasa. Teknologi-teknologinya akan membuat Anda tercengang."
"Saya dapat melihat bahwa China adalah masa depan dalam hal inovasi apa pun, termasuk (di sektor) media, teknologi, dan segalanya. China melangkah lebih jauh," imbuhnya.
Pewarta: Xinhua
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2025