Rekomendasi masjid untuk iktikaf di Jakarta

13 hours ago 4

Jakarta (ANTARA) - Memasuki sepuluh malam terakhir Ramadhan, suasana masjid berubah. Jamaah tidak lagi hanya datang untuk tarawih, tetapi bermalam, memperpanjang doa, dan menunggu malam yang diyakini lebih baik dari seribu bulan.

Jakarta memiliki sejumlah masjid besar bagi jamaah yang ingin melaksanakan iktikaf dengan fasilitas memadai dan suasana yang mendukung kekhusyukan.

Iktikaf diartikan sebagai berdiam diri di dalam masjid, umumnya kerap dilakukan pada bulan Ramadhan. Iktikaf dilakukan dalam kurun waktu tertentu untuk beribadah dengan syarat-syarat khusus, seperti menjauhkan diri dari urusan duniawi untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

1. Masjid Istiqlal

Sebagai masjid terbesar di Asia Tenggara, Masjid Istiqlal menjadi magnet utama bagi jamaah iktikaf. Ruang shalat utama yang sangat luas memungkinkan ribuan orang bermalam tanpa terasa sesak, meski pada malam ganjil jumlah jamaah bisa sangat padat.

Karpetnya tebal dan nyaman untuk duduk maupun beristirahat sejenak. AC dan ventilasi besar membuat tetap nyaman sepanjang malam. Selama iktikaf, biasanya diadakan qiyamul lail atau shalat malam berjamaah, tadarus Al-Qur’an, kajian, serta sahur bersama yang telah disediakan panitia meskipun terbatas hingga kurang lebih hanya 400 porsi.

Toilet dan area wudhu sangat banyak dan rutin dibersihkan, meski antrean tetap terjadi menjelang sahur. Akses menuju masjid sangat mudah karena berada di pusat kota dan dekat halte TransJakarta serta stasiun KRL Juanda.

2. Masjid Agung Sunda Kelapa

Masjid Agung Sunda Kelapa menyediakan layanan iktikaf beserta makanan sahur untuk jamaah. Bangunannya luas dengan langit-langit tinggi dan area dalam masjid dilapisi karpet yang nyaman, dan jamaah biasanya membawa alas tambahan untuk bermalam.

Program iktikaf meliputi kajian malam, tadarus berjamaah, qiyamul lail, serta sahur bersama yang dikelola panitia. Selain program iktikaf, masjid Agung Sunda Kelapa mengadakan program revitalisasi musala atau Anjangsana Sosial Riska (ANSOR) pada tanggal 8 Maret dan program khusus anak-anak yakni Ramadhan For Kids.

Toilet dan tempat wudhu bersih dan cukup memadai, walau antrean bisa terjadi menjelang subuh. Aksesnya mudah dijangkau dari berbagai wilayah Jakarta Pusat dan Selatan. Aksesnya bisa lewat halte dukuh atas atau stasiun Manggarai atau turun di stasiun Cikini dan lanjut naik ojek.

Baca juga: Apa Itu iktikaf? Ini pengertian, hukum, dan waktu pelaksanaannya

3. Masjid Agung Al-Azhar

Masjid Agung Al-Azhar di Kebayoran Baru dikenal dengan pengelolaan kegiatan Ramadhan yang rapi dan fasilitas yang lengkap. Kompleksnya luas dengan area parkir besar, memudahkan jamaah yang datang membawa perlengkapan iktikaf.

Interior masjid berpendingin ruangan dengan karpet tebal dan pencahayaan hangat membuat jamaah merasa nyaman untuk ibadah malam. Selama sepuluh malam terakhir, biasanya ada rangkaian kegiatan seperti tausyiah menjelang tengah malam, qiyamul lail berjamaah, tadarus, serta sahur bersama.

Toilet dan fasilitas wudhu juga bersih dan terawat. Lokasinya strategis, apabila menggunakan transportasi umum bisa turun di stasiun MRT ASEAN atau di halte Masjid Agung.

4. Masjid Baiturrahman, Pondok Pinang

Masjid Baiturrahman menyediakan layanan iktikaf. Meski ukuran masjid tidak terlalu masif, tetapi cukup nyaman untuk jamaah yang ingin bermalam. Area shalat bersih dan karpet terawat, sementara jamaah biasanya membawa alas tambahan untuk tidur sejenak.

Kegiatan malam biasanya meliputi zikir, tadarus, dan qiyamul lail berjamaah. Lokasinya berada di kawasan permukiman Pondok Pinang, sehingga relatif tenang pada malam hari. Cocok bagi yang ingin iktikaf dengan suasana yang tidak terlalu ramai.

Baca juga: Manfaat iktikaf dan perbuatan yang bisa membatalkannya

5. Masjid At-Tin, TMII

Masjid At-Tin di kawasan TMII memiliki arsitektur megah dengan kubah besar dan ruang utama yang sangat luas. Kapasitasnya mampu menampung jamaah dalam jumlah besar, sehingga sering dipilih untuk iktikaf terutama pada malam ganjil.

Karpet tebal dan ruang yang lega memungkinkan jamaah beribadah dengan nyaman meski membawa perlengkapan bermalam.

Program i’tikaf biasanya mencakup ceramah malam, qiyamul lail, tadarus, dan sahur bersama. Karena lokasinya berada di area yang lebih lapang dibanding pusat kota, suasana malam terasa lebih tenang dan tidak terlalu bising.

Toilet dan fasilitas wudhu memadai, meski jamaah tetap membludak pada malam tertentu. Akses menuju masjid cukup mudah melalui bisa melalui Transjakarta dan turun di pemberhentian non BRT Masjid At-Tin.

Pewarta: Ade irma Junida/Juliyanti
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |