Rano Karno tegaskan Jakarta serius ingin jadi kota sinema

2 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno menegaskan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serius menjadikan ibu kota sebagai kota sinema kendati ada pihak yang masih meragukan cita-cita tersebut.

"Jakarta serius. Walaupun mungkin di antara teman-teman film meragukan saya. Kami ingin membuat Jakarta Film Commision dan saya ingin sekali menjadikan Jakarta menjadi kota sinema," kata dia di Jakarta, Kamis.

Rano mengaku optimistis DKI Jakarta bisa mewujudkan cita-cita karena didukung berbagai hal termasuk fiskal. Dia mengatakan saat ini, Pemprov DKI masih memiliki insentif pajak tontonan sebesar Rp84 miliar yang rencananya akan dijadikan modal produksi film.

"Dulu, ada kebijakan Jakarta mengembalikan pajak tontonan kepada produser agar produksi film banyak. Dari mulai tahun 2025 sampai sekarang, kami masih pegang kira-kira Rp84 miliar. Makanya, kemarin produser saya kumpulkan. Ingin kami kembalikan kepada produser, untuk produksi," kata dia.

Dalam kesempatan itu, Rano berkisah tidak adanya perbankan yang bersedia membiayai film karena dianggap film mempunyai risiko yang besar.

Hal itu dialami Rano selama menggeluti dunia film selama hampir 55 tahun. Dalam kurun waktu tersebut, dia telah berpartisipasi dalam sekitar 150 film, memproduksi sekitar lima film, serta sinetron salah satunya "Si Doel Anak Sekolahan".

Baca juga: DKI terus perkuat regulasi dan fasilitasi industri film

Pengalaman itu kemudian Rano sampaikan kepada Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta. Dia meyakinkan pihak BI DKI bahwa film Indonesia sudah menjadi tuan rumah sendiri.

Berdasarkan data tahun 2024, jumlah penonton film di Indonesia mencapai 122 juta orang. Sekitar 85 persen di antaranya merupakan penonton film Indonesia. Angka ini menunjukkan film nasional telah menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan memiliki potensi ekonomi yang signifikan.

Bak gayung bersambut, BI DKI juga sependapat bahwa dunia film yang termasuk dalam subsektor ekonomi kreatif berpotensi menjadi sumber perekonomian baru khususnya di Jakarta.

Sebuah konsep "Jakarta Youth Film Festival" pun digagas, yang merupakan wujud sinergi lintas sektor dalam memperkuat ekosistem perfilman, khususnya dengan melibatkan generasi muda sebagai pelaku utama.

Jakarta Youth Film Festival 2026 mengusung tema "Jakarta Kota Kita", merupakan ruang kreatif generasi muda untuk berproses dalam ekosistem perfilman, sekaligus sebagai wadah aktualisasi talenta muda Jakarta yang sejalan dengan pengembangan ekonomi kreatif sebagai salah satu sumber pertumbuhan baru perekonomian DKI Jakarta.

Rano meyakini dalam waktu dua tahun, kegiatan tersebut bisa diikuti orang-orang dari mancanegara.

Baca juga: Pemprov DKI perkuat peran anak muda dalam industri kreatif

Baca juga: Ekraf di Jakarta potensial sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |