Anggota DPR minta pemerintah antisipasi dampak harga avtur dunia naik

2 hours ago 4

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi VI DPR RI Rivqy Abdul Halim meminta pemerintah mengantisipasi dampak lonjakan harga avtur dunia yang disebut hingga 80 persen, terutama terhadap harga tiket pesawat di tanah air.

Rivqy mengatakan pemerintah perlu mengantisipasi hal tersebut secara serius karena potensi kenaikan harga avtur terhadap harga tiket pesawat dapat menekan daya beli masyarakat, mengganggu konektivitas antarwilayah, hingga berdampak terhadap sektor pariwisata.

"Kita tidak bisa membiarkan mekanisme pasar berjalan tanpa pengawasan dalam situasi ekstrem seperti ini. Pemerintah perlu hadir untuk memastikan kenaikan biaya tidak sepenuhnya dibebankan kepada masyarakat," ujar Rivqy dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Selain itu, dia meminta pemerintah untuk dapat belajar dari negara lain karena kenaikan harga avtur bahkan berakibat ekstrem, seperti di Vietnam.

"Kita harus belajar dari negara lain. Krisis avtur sampai memaksa pengurangan penerbangan secara drastis adalah peringatan serius. Indonesia tidak boleh mengalami hal yang sama," ujarnya.

Rivqy mengatakan kenaikan harga avtur di tengah dinamika geopolitik global menjadi hal yang sulit dihindari.

Kendati demikian, dia mengatakan dampaknya kepada harga tiket pesawat di Indonesia tetap bisa dikelola.

"Dalam konteks global saat ini, kenaikan harga avtur memang tidak mudah dihindari, tetapi bukan berarti kita tidak bisa mencegah dampaknya terhadap harga tiket. Pemerintah harus hadir karena mobilitas masyarakat Indonesia, dengan kondisi geografis kepulauan, sangat bergantung pada transportasi udara," katanya.

Oleh sebab itu, dia mengusulkan kepada pemerintah untuk mempertimbangkan memberikan subsidi terbatas atau insentif fiskal bagi maskapai penerbangan. Subsidi tersebut untuk menahan lonjakan tarif tiket pesawat dalam jangka pendek.

Rivqy juga mendorong peningkatan kapasitas produksi avtur dalam negeri, serta efisiensi distribusinya untuk menekan biaya logistik.

Tak hanya itu, dia menekankan pentingnya memperkuat sinergi antara perusahaan penerbangan pelat merah dengan maskapai swasta di Indonesia guna menjaga stabilitas industri di tengah tekanan global.

"Kolaborasi antara maskapai BUMN dan swasta harus diperkuat agar industri penerbangan nasional lebih tangguh menghadapi krisis," ujarnya.

Ia berharap pemerintah dapat bergerak cepat dan responsif agar dampak kenaikan harga avtur global tidak membebani masyarakat secara berlebihan.

"Hal yang kita jaga bukan hanya industri penerbangan, melainkan aksesibilitas masyarakat terhadap transportasi yang terjangkau," katanya.

Pewarta: Rio Feisal
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |