Qodari: Prabowo ingin Himbara jadi perbankan patriotik

4 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Kepala Bakom Muhammad Qodari mengatakan Presiden Prabowo Subianto mendorong Himbara menjadi perbankan patriotik yang berperan memperluas akses pembiayaan UMKM serta mendukung pemerataan ekonomi tanpa mengabaikan prinsip bisnis yang sehat.

Menurut Qodari, Presiden Prabowo menekankan sektor perbankan memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi yang manfaatnya harus semakin dirasakan masyarakat luas, terutama UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

"Presiden menekankan paradigma baru mengenai peran Himbara di masa depan. Presiden menginginkan Himbara menjadi apa yang disebut sebagai perbankan patriotik," ujar Qodari dalam keterangan di Jakarta, Senin.

Qodari menjelaskan, konsep perbankan patriotik yang dimaksud Presiden Prabowo adalah bank-bank milik negara tidak semata-mata diukur dari besarnya laba yang diperoleh, melainkan juga dari kontribusinya dalam menciptakan pemerataan ekonomi dan membuka kesempatan usaha yang lebih luas bagi masyarakat.

Karena itu, Presiden Prabowo meminta Himbara lebih aktif menjangkau pelaku UMKM dan memperluas penyaluran pembiayaan kepada sektor produktif.

Baca juga: BI cermati kualitas kredit UMKM agar tak berdampak negatif ke ekonomi

"Akses pembiayaan harus semakin terbuka, lebih mudah dijangkau, dan diberikan secara adil kepada seluruh lapisan masyarakat yang memiliki potensi untuk berkembang," jelasnya.

Presiden Prabowo juga mendorong agar Himbara tidak hanya menunggu calon debitur datang ke kantor cabang, tetapi lebih proaktif turun langsung menemui pelaku usaha untuk memahami kebutuhan mereka.

Presiden menginginkan bank-bank BUMN hadir di tengah masyarakat dan membantu membuka akses pembiayaan agar usaha-usaha produktif dapat tumbuh lebih cepat.

Meski demikian, Presiden Prabowo menegaskan perluasan fungsi sosial dan ekonomi Himbara tidak boleh mengorbankan kesehatan industri perbankan.

Pemerintah memastikan bank-bank pelat merah tetap dikelola secara profesional dengan prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang baik.

Baca juga: CEO Danantara: Kredit ke UMKM harus terjaga meskipun BI Rate naik

"Mandat untuk memperkuat peran sosial dan ekonomi Himbara akan tetap dijalankan dengan profesionalisme yang tinggi serta tata kelola yang baik. Bank-bank Himbara akan tetap dikelola secara sehat, hati-hati, dan bertanggung jawab," kata Qodari menegaskan.

Melalui arahan tersebut, Presiden Prabowo berharap kekuatan ekonomi yang dimiliki negara dapat dimanfaatkan untuk mempercepat pemerataan kesejahteraan hingga mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Data penelusuran ANTARA menyebutkan, Himbara sudah menjadi penyalur kredit UMKM terbesar di Indonesia, terutama melalui Bank Rakyat Indonesia yang memang memiliki fokus kuat pada segmen mikro dan UMKM.

Gambarannya, secara nasional, porsi kredit UMKM perbankan Indonesia baru sekitar 18,93 persen dari total kredit per Maret 2025.

Bahkan, pemerintah sejak lama menargetkan porsi kredit UMKM mencapai 30 persen dari total kredit perbankan.

Baca juga: BI yakin kenaikan BI-Rate ke 5,25 persen tak memberatkan debitur UMKM

Total kredit yang disalurkan bank-bank Himbara mencapai sekitar Rp3.714 triliun hingga Juni 2025.

Namun, CEO Danantara Rosan Roeslani pernah menyatakan bahwa dalam periode setahun terakhir (2025–2026), penyaluran kredit perbankan kepada masyarakat, termasuk UMKM, tumbuh rata-rata sekitar 15 persen.

Kemudian, dalam diskusi publik yang mengemuka setelah arahan Presiden Prabowo kepada Himbara, disebutkan bahwa proporsi kredit UMKM antarbank Himbara masih bervariasi yakni BRI sekitar 81,97 persen, Bank Mandiri sekitar 20–22 persen, BNI sekitar 20–22 persen dan BTN sekitar 13–15 persen.

Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |