Putra Tri Ramadani finis posisi empat di World Climbing seri Innsbruck

23 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Atlet panjat tebing Indonesia Putra Tri Ramadani menunjukkan daya saingnya di kompetisi dunia setelah finis di peringkat keempat di nomor lead pada World Climbing seri Innsbruck 2026 yang berlangsung di Austria, Senin dini hari WIB.

Putra tampil impresif dengan mencatatkan poin 40+ pada babak final. Perolehan tersebut membuatnya berada satu tingkat di bawah posisi podium dan bahkan menyamai catatan poin legenda panjat tebing asal Republik Ceko, Adam Ondra, yang harus puas finis di posisi kelima karena kalah dalam perhitungan hasil babak sebelumnya.

Persaingan di papan atas berlangsung sengit. Atlet Jepang Neo Suzuki berhasil keluar sebagai juara dengan raihan poin 42+.

Posisi kedua ditempati wakil Spanyol Alberto Gines Lopez yang juga mengumpulkan poin 42+, sementara pemanjat tuan rumah Austria Jakob Schubert mengamankan peringkat ketiga dengan poin 42.

Meski gagal naik podium, pencapaian Putra menjadi bukti konsistensinya dalam nomor lead yang selama ini didominasi para atlet elite dunia.

Hasil di Innsbruck juga melanjutkan tren positif atlet Indonesia tersebut setelah sebelumnya mencatat sejarah dengan meraih medali emas pada seri World Climbing Series Praha 2026 di Republik Ceko pada awal Juni.

Baca juga: Ketum FPTI sebut pelatnas jangka panjang perkuat pembinaan atlet

Hasil Men’s Lead Final World Climbing Series Innsbruck 2026. Youtube.com/world climbing

Berikut hasil Men's Lead Final World Climbing Series Innsbruck 2026:
1. Neo Suzuki (Jepang) – 42+
2. Alberto Gines Lopez (Spanyol) – 42+
3. Jakob Schubert (Austria) – 42
4. Putra Tri Ramadani (Indonesia) – 40+
5. Adam Ondra (Republik Ceko) – 40+
6. Luka Potocar (Slovenia) – 38+
7. Sorato Anraku (Jepang) – 37+
8. Giovanni Placci (Italia) – 32+

Baca juga: Putra Tri tak mau berpuas diri setelah ukir sejarah panjat tebing

Baca juga: Raih emas lead, Putra Tri torehkan sejarah di World Climbing Seri

Pewarta: Hendri Sukma Indrawan
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |