Purbaya: Penyesuaian anggaran MBG hanya untuk belanja non-produktif

4 days ago 5
MBG nggak kami potong anggarannya, tapi kami pastikan yang dibelanjakan betul-betul efektif dan efisien

Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan penyesuaian anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hanya akan dilakukan terhadap belanja non-produktif, sedangkan belanja untuk makanan tak akan diganggu.

“MBG nggak akan dipotong, kecuali yang nggak produktif,” kata Purbaya kepada wartawan di Jakarta, Senin.

Bendahara Negara itu mengatakan, pihaknya akan terus memantau realisasi belanja Program MBG secara berkala.

Namun, kebijakan yang akan dia ambil nantinya bukan memotong anggaran, melainkan memastikan anggaran dibelanjakan dengan efektif dan efisien.

“MBG nggak kami potong anggarannya, tapi kami pastikan yang dibelanjakan betul-betul efektif dan efisien,” tuturnya.

Baca juga: Sidak Tanah Abang, Purbaya: Daya beli aman, ekonomi jauh dari krisis

Baca juga: Menkeu belum berencana naikkan harga BBM subsidi imbas harga minyak

Sebelumnya, Purbaya mengatakan salah satu opsi yang tersedia untuk meredam dampak lonjakan harga minyak dunia adalah realokasi belanja negara.

Sejumlah anggaran program yang memiliki tingkat urgensi rendah bisa digeser untuk memenuhi kebutuhan kesehatan fiskal.

Dia mencontohkan program yang masih memiliki ruang realokasi anggaran adalah Makan Bergizi Gratis (MBG). Pergeseran anggaran tidak terjadi pada fungsi inti program dalam penyediaan makanan, melainkan pada kegiatan pendukung, seperti penyediaan kendaraan bermotor bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“MBG programnya bagus, tapi kami ingin cegah kalau ada belanja yang tidak terlalu mendukung langsung makanan, misalnya beli motor,” jelas Menkeu dalam taklimat media di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (7/3).

Realokasi belanja juga menjadi salah satu rekomendasi Direktur Eksekutif Center of Economics and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira. Bhima berpendapat dalam situasi saat ini, realokasi belanja menjadi jalan yang lebih baik alih-alih menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi untuk mengurangi tekanan fiskal.

Dia pun menyarankan agar pemerintah menyesuaikan belanja tiga program, di antaranya Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, dan food estate.

Khusus terkait MBG, menurut Bhima, sorotan dari lembaga pemeringkat global Fitch Ratings dan Moody’s Investors Service (Moody’s) bisa menjadi justifikasi untuk memangkas anggaran program tersebut.

Sebagai catatan, harga minyak mentah jenis Brent mencapai 118 dolar AS per barel untuk kali pertamanya sejak 17 Juni 2022, sebagaimana yang diberitakan oleh Sputnik.

Harga tersebut lebih tinggi apabila dibandingkan dengan rata-rata harga minyak pada Januari 2026, di mana jenis Brent (ICE) sebesar 64 dolar AS per barel, dan US WTI berada di angka 57,87 dolar AS per barel.

Baca juga: Harga minyak naik, Purbaya evaluasi penyesuaian APBN sebulan ke depan

Baca juga: Purbaya berencana tambah injeksi dana Rp100 triliun ke perbankan

Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |