Jakarta (ANTARA) - PT Liga Utama Indonesia (LUI) menyebut PSBS Biak berpotensi memulai kompetisi Chamipnship 2026/2027 dengan poin minus jika tidak bisa bermain di kandang sendiri.
"Dia (PSBS Biak) terdegradasi dari Super League memang kemarin itu kan tidak bertanding di home-nya. Nah, kalau klub tidak bisa menyediakan home, itu akan berangkat (atau mulai bersaing di Championship) dengan poin minus satu," kata General Manajer I.League Budiman Dalimunthe sesuai acara Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT LUI di Jakarta, Senin.
Ia menyampaikan hal itu berkaitan dengan nasib klub yang tidak bisa menyediakan stadion di kandang sendiri seperti PSBS Biak untuk kompetisi Championship 2026/2027.
PSBS Biak dikabarkan akan menjadikan Stadion Gelora Joko Samudro di Gresik, Jawa Timur sebagai kandang pada kompetisi Championship yang mulai bergulir pada 11 September.
Budiman menjelaskan bahwa aturan kompetisi di Championship maupun di Super League saat ini betul-betul diperketat sesuai standar Asosiasi Sepak Bola Asia atau AFC agar kompetisi menjadi sehat dan semakin membaik.
Baca juga: LUI sebut suporter tamu di Championship tergantung kesiapan tuan rumah
Klub-klub yang berkompetisi, kata dia, harus memenuhi lima aspek lisensi klub yang diwajibkan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).
"Dan kalau tidak salah PSBS itu sudah pengurangan empat ya. Dari lima aspek itu ada empat aspek yang tidak terpenuhi," katanya.
Budiman menjelaskan bahwa kasus PSBS Biak tersebut berbeda dengan yang dialami Persipura Jayapura. Persipura, kata dia, mendapat sanksi dari Komisi Disiplin PSSI akibat kericuhan dalam pertandingan play-off melawan Adhyaksa.
Tim asal Papua itu pun dilarang bermain sebagai tuan rumah selama putaran pertama Championship 2026/2027.
"Jadi dia (Persipura Jayapura) bukan minus satu kalau hitungannya, hitungannya karena sanksi Komdis (PSSI) kan," katanya.
Budiman menjelaskan ada beberapa klub di Championship yang sudah pasti mendapatkan hukuman pengurangan poin dan ada yang berpotensi mendapat pengurangan poin.
Klub-klub yang berpotensi mendapat pengurangan poin, kata dia, diberikan batas waktu tertentu untuk memenuhi aspek lisensi klub. Ia menyebutkan salah satu aspek utama yaitu harus memiliki finansial yang cukup memadai, termasuk di antaranya harus menyetor modal untuk deposito.
Baca juga: Championship 2026/2027 bergulir 11 September, dibuka PSIS Lawan PSPS
Baca juga: Arema FC lepas permanen penyerang asal Brasil Joel Vinicius
Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































