Jakarta (ANTARA) - Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali menginformasikan kapal induk KRI Gajah Mada dijadwalkan tiba di Indonesia pada pertengahan September 2026.
Ali meminta dukungan doa dari masyarakat Indonesia untuk kelancaran perjalanan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Gajah Mada yang berlayar dari Italia menuju Indonesia pada Senin malam pukul 22.00 waktu setempat.
"Kami mohon doanya, malam ini mungkin jam 22, KRI Gajah Mada akan meninggalkan Italia menuju Indonesia," kata Ali dalam acara kunjungan di Kraton Majapahit, Jakarta, Senin.
Ia menjelaskan saat ini kapal induk pertama Indonesia itu masih bernama ITS Giuseppe Garibaldi dan masih menggunakan bendera Italia.
Sesampainya di Indonesia, kapal yang dimiliki Indonesia dengan skema hibah antarpemerintah itu baru berganti bendera dan nama menjadi KRI Gajah Mada.
"Namanya masih ITS Garibaldi, masih berbendera Italia. Tapi, sesampainya di Indonesia akan berganti bendera Merah Putih dan menjadi KRI Gajah Mada. Mohon doanya, semoga selamat dalam perjalanan, sukses," ujar KSAL.
Menurut Ali, KRI Gajah Mada akan menempuh perjalanan lebih dari 20 hari, melintasi perairan, Terusan Suez dan Laut Merah dengan pengawalan kapal perang Italia.
"Karena ini akan melewati Terusan Suez, melewati Laut Merah juga, tapi dikawal juga oleh fregat-fregat Italia. Dan mudah-mudahan tanggal 15 atau tanggal 20 September ini sudah tiba di Indonesia," ujarnya.
Baca juga: Kapal induk Giuseppe Garibaldi, babak baru pertahanan maritim RI
Setibanya di Indonesia, jelas Ali, pada tanggal 25 September 2026 dilakukan pengukuhan atau pergantian bendera Indonesia. Rencananya pengukuhan ini dihadiri Presiden Prabowo Subianto.
"Tanggal 25 bisa pengukuhan atau pergantian bendera menjadi bendera Indonesia dan penggantian nama dari Garibaldi menjadi (KRI) Gajah Mada. Rencananya Bapak Presiden akan ikut meresmikan. Hadir di on-board di kapal induk Gajah Mada," terangnya.
Ali menambahkan nantinya kapal induk dengan nama KRI Gajah Mada itu akan memiliki semangat yang luar biasa untuk menyatukan Nusantara.
Kapal induk tersebut tidak hanya dilengkapi dengan helikopter Angkatan Laut, tetapi juga helikopter Angkatan Udara dan Angkatan Darat bisa berada di atas kapal tersebut.
TNI AL juga akan melatih pilot-pilotnya untuk bisa mendaratkan helikopter atau pesawat tempur di kapal induk tersebut.
"Itu semangat persatuan kita dan menjaga kesatuan karena Bapak Presiden berpesan bahwa yang sangat berperan dalam menjaga kesatuan dan persatuan NKRI adalah TNI," kata Laksamana Ali.
Baca juga: Pembangunan Infrastruktur kapal induk dipastikan selesai tepat waktu
Baca juga: Paripurna DPR setujui hibah kapal induk Giuseppe Garibaldi dari Italia
Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































