Jakarta (ANTARA) - Yordania dan Aljazair akan menjalani laga hidup-mati ketika bertemu pada pertandingan kedua Grup J Piala Dunia 2026 di Stadion San Francisco Bay Area, Santa Clara, Selasa pagi WIB.
Kedua tim sama-sama belum mendapatkan poin dari laga pembuka. Yordania takluk 1-3 kepada Austria, sedangkan Aljazair menyerah 0-3 kepada juara bertahan Argentina. Situasi itu membuat pertemuan kedua tim menjadi krusial karena kekalahan dapat membuat peluang lolos ke babak berikutnya nyaris tertutup.
Yordania, yang menjalani debut Piala Dunia, menunjukkan perlawanan menjanjikan saat menghadapi Austria. The Chivalrous Ones mencetak gol melalui Ali Olwan dan beberapa kali merepotkan Austria lewat transisi cepat, sebelum mengakui keunggulan lawan.
Pelatih Yordania Jamal Sellami diperkirakan tetap mengandalkan pertahanan rapat dan serangan balik cepat. Kecepatan para pemain depan menjadi senjata utama untuk mengeksploitasi ruang di belakang lini pertahanan Aljazair, terutama jika wakil Afrika itu tampil lebih terbuka demi mengejar kemenangan.
Sementara, Aljazair berada dalam tekanan besar setelah kalah telak melawan Argentina. Pelatih Vladimir Petkovic menegaskan nasib timnya masih berada di tangan sendiri, tetapi kemenangan atas Yordania menjadi syarat penting untuk menjaga asa melaju dari fase grup.
Baca juga: Pratinjau Prancis vs Irak: Ambisi Les Blues pastikan tiket 32 besar
Aljazair memiliki pengalaman lebih panjang dalam Piala Dunia dibanding Yordania. The Desert Foxes terakhir tampil pada Piala Dunia 2014 dan saat itu menembus babak 16 besar. Namun, pengalaman tersebut harus segera diterjemahkan menjadi performa lebih tajam, terutama di lini depan yang gagal mencetak gol pada laga pertama.
Pertandingan ini juga dipengaruhi hasil laga lain antara Argentina dan Austria. Hasil pertandingan tersebut akan menentukan seberapa besar peluang Yordania dan Aljazair dalam mengejar posisi kedua atau jalur peringkat ketiga terbaik dari Grup J.
Dari sisi mental, Yordania datang dengan beban lebih ringan sebagai debutan, tetapi tetap membutuhkan hasil positif agar perjalanan bersejarah mereka tidak berhenti terlalu cepat.
Aljazair, sebaliknya, membawa ekspektasi lebih besar dan tidak boleh kembali gagal memanfaatkan kualitas individu yang mereka miliki.
Laga ini berpotensi berjalan ketat. Yordania akan berusaha menunggu celah melalui serangan balik, sedangkan Aljazair dituntut lebih berani mengambil inisiatif tanpa kehilangan keseimbangan. Tim yang lebih tenang dalam menyelesaikan peluang kemungkinan besar akan keluar sebagai pemenang.
Baca juga: Mesir petik kemenangan perdana, atasi Selandia Baru 3-1
Perkiraan susunan pemain:
Yordania (3-4-2-1): Yazeed Abulaila, Mohammad Abualnadi, Yazan Al-Arab, Abdallah Nasib, Ehsan Haddad, Nizar Al-Rashdan, Noor Al-Rawabdeh, Mohannad Abu Taha; Ali Olwan, Odeh Fakhoury; Mousa Al-Taamari.
Pelatih: Jamal Sellami.
Aljazair (4-3-3): Luca Zidane, Rafik Belghali, Ramy Bensebaini, Aissa Mandi, Rayan Ait-Nouri, Nabil Bentaleb, Hicham Boudaoui, Ramiz Zerrouki, Riyad Mahrez, Amine Gouiri, Fares Chaibi.
Pelatih: Vladimir Petkovic.
Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































