Prabowo-PM Kanada bahas peluang kerja sama baru usai ICA-CEPA diteken

5 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Kanada Mark Carney membahas peluang kerja sama baru setelah penandatanganan Kesepakatan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Kanada (ICA-CEPA) tahun lalu, kata Duta Besar Kanada untuk RI Jess Dutton.

Diungkapkan Dubes Kanada dalam temu media di Jakarta, Rabu, pembicaraan terkait hal tersebut berlangsung melalui saluran telepon antara kedua pemimpin pada Sabtu (6/6).

“PM Carney dan Presiden Prabowo mengidentifikasi peluang memperdalam kerja sama perdagangan antara Kanada dan Indonesia, termasuk dalam konteks ICA-CEPA,” kata Dubes Dutton terkait percakapan kedua pemimpin itu.

Di samping kerja sama ekonomi pasca-kesepakatan dagang, kedua pemimpin turut membahas dinamika konflik di Timur Tengah serta dampaknya terhadap pasar energi dan ekonomi global, katanya.

Dubes Kanada lebih lanjut menyampaikan bahwa ICA-CEPA yang ditandatangani di Ottawa pada September 2025 itu merupakan kesepakatan perdagangan bilateral pertama yang dijalin Kanada dengan negara anggota ASEAN.

Dengan implementasi kesepakatan dagang tersebut, Kanada akan semakin mudah mengekspor komoditas andalannya ke Indonesia, antara lain gandum, potash, kayu, dan kacang kedelai.

Terlebih, kesepakatan tersebut memberi dasar bagi pengurangan atau pembebasan tarif bagi lebih dari 95 persen komoditas Kanada yang diekspor ke Indonesia saat ini, katanya.

Dubes Dutton mengungkapkan bahwa ada Mei 2026, Parlemen Kanada telah merampungkan proses ratifikasi ICA-CEPA. Dengan Kanada telah menyelesaikan ratifikasinya, pihaknya kini menunggu kemajuan proses yang sama di Indonesia.

Baca juga: Produk makanan RI catat potensi transaksi Rp346 miliar di Kanada

Dengan perkembangan yang berlangsung, diharapkan agar kesepakatan tersebut dapat sepenuhnya berlaku pada akhir tahun ini, katanya.

Di samping persoalan ICA-CEPA serta dinamika global, Presiden RI dan PM Kanada juga membahas kemajuan negosiasi Kesepakatan Perdagangan Bebas (FTA) Kanada-ASEAN dalam percakapan mereka.

“PM Carney menyambut dukungan yang berkelanjutan dari Indonesia untuk memajukan tujuan bersama ini,” kata Dubes Dutton, menambahkan.

Adapun ICA-CEPA ditandatangani oleh perwakilan dua negara di Ottawa, Kanada, pada 24 September 2025, dengan disaksikan oleh Presiden Prabowo Subianto dan PM Mark Carney.

Implementasi ICA-CEPA diproyeksikan mendorong ekspor Indonesia ke Kanada hingga 11,8 miliar dolar AS pada tahun 2030, dengan tambahan pertumbuhan PDB nasional sebesar 0,12 persen serta peningkatan investasi sebesar 0,38 persen.

Baca juga: Indonesia perkuat promosi internasional produk unggulan di Kanada

Pewarta: Nabil Ihsan
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |