Prabowo pimpin ratas bahas percepatan "giant sea wall" di Pantura

2 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas (ratas) di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Senin, membahas percepatan pembangunan tanggul laut raksasa (giant sea wall) di pesisir utara (pantura) Pulau Jawa.

Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) Laksamana Madya TNI (Purn.) Didit Herdiawan Ashaf, saat ditemui selepas rapat, menjelaskan rapat mendalami rencana-rencana pembangunan.

“Masih dalam tahap perencanaan dan kita akan mendalami lagi untuk kegiatan-kegiatan yang ada kaitannya dengan konstruksi,” katanya menjawab pertanyaan wartawan.

Walaupun demikian, Didit menyebut belum ada target waktu yang ditetapkan.

Namun, Presiden memerintahkan eksekusi rencana pembangunan tanggul laut raksasa dipercepat.

“Rencana dari hasil hitungan, masih dihitung waktunya, karena berkaitan dengan 'resources' (sumber daya, red.) yang ada di Indonesia, kita manfaatkan semua,” ujar Didit.

Di lokasi yang sama dalam kesempatan terpisah, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto, yang juga mengikuti rapat, menjelaskan Presiden Prabowo juga memerintahkan kampus-kampus turut aktif mendukung rencana pembangunan tanggul laut raksasa.

Brian menyampaikan tanggul laut raksasa menjadi infrastruktur strategis yang akan dibangun karena itu akan menyelamatkan 60 persen kawasan industri dan juga lebih dari 30 juta penduduk yang menetap di area pesisir utara Pulau Jawa.

“Nah, banyak hasil-hasil penelitian di kampus yang juga sudah diuji coba. Salah satunya yang berhasil di Demak, Semarang. Itu juga nanti kita diminta berpartisipasi aktif. Jadi, dosen-dosen yang selama ini penelitian-penelitian yang ada di kampus yang mendukung untuk percepatan dan menjadi lebih efisien tentang pengembangan giant sea wall itu diminta untuk terlibat,” kata Brian.

Di Istana Kepresidenan RI, rapat terbatas membahas tanggul laut raksasa juga diikuti oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Baca juga: Prabowo panggil Mendikti dan Menteri Kelautan bahas kampung nelayan

Baca juga: Menteri PU usul Pekalongan dapat diprioritaskan di GSW sesi pertama

Baca juga: Mendiktisaintek-BOPPJ kolaborasi bangun tanggul laut berbasis sains

Pewarta: Genta Tenri Mawangi
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |