Magelang (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menilai Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) yang diikuti para Ketua DPRD se-Indonesia sebagai kegiatan penting dan strategis sehingga dirinya memilih hadir langsung.
“Setelah saya mengetahui bahwa di sini adalah seluruh Ketua DPRD dari seluruh Indonesia, saya anggap penting dan tepat kalau saya hadir langsung,” kata Prabowo saat kegiatan KPPD Ketua DPRD di Magelang, Sabtu.
Presiden menyampaikan ingin berbicara dari hati ke hati kepada para peserta sebagai sesama anak bangsa.
Baca juga: Prabowo ajak ketua DPRD se-Indonesia bersatu meski berbeda parpol
Ia menegaskan perbedaan latar belakang daerah, suku, pendidikan, dan profesi tidak boleh mengurangi komitmen untuk mengabdi kepada negara.
“Hari ini saya ingin bicara sebagai anak bangsa, sama dengan saudara-saudara sekalian. Kita berasal dari latar belakang yang berbeda-beda,” ujarnya.
Baca juga: Presiden sebut Ketua DPRD patriot dan berorientasi pada rakyat
Presiden juga menekankan pentingnya semangat patriotisme dan kecintaan terhadap Tanah Air, bangsa, serta rakyat sebagai landasan dalam menjalankan peran di daerah.
“Saya ingin bicara dari hati ke hati. Saya ingin bicara apa adanya,” katanya.
Sementara itu, dalam rangkaian kegiatan KPPD, Gubernur Ahmad Luthfi menekankan pentingnya kolaborasi antara DPRD dan pemerintah daerah dalam pembangunan.
Baca juga: Prabowo jelaskan alasannya temui langsung 503 ketua DPRD di Akmil
Menurut dia, pembangunan daerah membutuhkan sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, hingga desa.
“Kita gandeng bupati-wali kota, juga DPRD Jawa Tengah melalui Forum Berlian, serta Forum Senayan yang beranggotakan DPR RI daerah pemilihan Jawa Tengah dari berbagai partai. Kita bentuk satu tim kuat,” kata Luthfi.
Baca juga: Prabowo beri arahan untuk ketua DPRD seluruh RI
Baca juga: Tiba di Magelang, Prabowo berikan arahan untuk ketua DPRD seluruh RI
Pewarta: Heru Suyitno
Editor: Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































