Prabowo: Indonesia tak boleh kalah dari pengeruk kekayaan negara

3 hours ago 4
"Memang, kita harus menghilangkan korupsi, penyelewengan, semua praktik-praktik yang tidak benar dan tidak baik yang dilarang oleh semua agama,"

Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa bangsa Indonesia tidak boleh kalah dari pihak-pihak yang selama ini mengeruk kekayaan negara untuk kepentingan pribadi.

Presiden Prabowo, dalam sambutannya di agenda Peringatan Nuzulul Quran di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/3) malam, menegaskan komitmennya untuk memberantas korupsi dan berbagai praktik penyelewengan yang merugikan negara.

"Memang, kita harus menghilangkan korupsi, penyelewengan, semua praktik-praktik yang tidak benar dan tidak baik yang dilarang oleh semua agama," katanya.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa tidak ada negara yang bisa maju apabila pemerintahnya tidak mampu membersihkan diri dari praktik korupsi.

“Tidak ada negara yang berhasil manakala pemerintahnya tidak mampu membersihkan diri dari korupsi. Ini ajaran agama dan sejarah,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Presiden Prabowo menyoroti adanya pihak-pihak yang mencoba mengambil kekayaan bangsa dan membawanya ke luar negeri, sementara rakyat Indonesia justru dibiarkan dalam keadaan lemah.

“Kita tidak boleh kalah dengan mereka yang ingin mengambil kekayaan rakyat, membawanya ke negara lain, dan memelihara bangsa dan rakyat Indonesia dalam keadaan lemah,” katanya menegaskan.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo juga meminta dukungan dan doa dari para ulama agar pemerintah mampu menegakkan kebenaran serta keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Saya mohon doa terus, saya mohon dukungan. Kita akan menjalankan dan menegakkan kebenaran dan keadilan,” katanya.

Baca juga: Prabowo perintahkan jaga harga sembako, stok pangan jelang idulfitri

Baca juga: Prabowo: Perdamaian tak datang tanpa kerja keras

Baca juga: Prabowo tegaskan Indonesia bersahabat dengan semua kekuatan dunia

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |