Gianyar, Bali (ANTARA) - Tim Pembina Posyandu Gianyar, Bali, menyerahkan 8.700 bibit tanaman beragam jenis bunga untuk mendukung estetika dan lingkungan perdesaan yang sehat dan asri.
“Ini tujuannya untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat, nyaman, dan berkelanjutan,” kata Ketua Tim Pembina Posyandu Gianyar Surya Adnyani Mahayastra di sela penyerahan bibit tanaman di Desa Peliatan, Kabupaten Gianyar, Rabu.
Ribuan bibit tanaman hias itu diberikan kepada desa yang mengikuti lomba telajakan tingkat Provinsi Bali.
Desa yang mengikuti lomba telajakan tingkat provinsi tersebut yakni Peliatan, Mas, Batubulan, Kemenuh, Celuk, Kedisan, Sanding, Saba, Petak Kaja, dan Kerta.
Baca juga: Pemkab Gianyar dorong transformasi perpustakaan berbasis TIK
Tanaman yang diberikan berupa bunga termasuk padma yang menjadi maskot Kabupaten Gianyar dan diharapkan dapat segera ditanam di jalur hijau bersama warga.
Istri Bupati Gianyar itu, menambahkan melalui penyaluran bibit tanaman tersebut mendorong partisipasi masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat, nyaman, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat budaya gotong royong dalam penataan lingkungan di Kabupaten Gianyar.
Telajakan adalah ruang terbuka hijau di tempat umum dan permukiman yang menjadi pembatas antara pekarangan rumah warga dengan jalan raya.
Surya menambahkan telajakan memiliki fungsi penting dalam mengoptimalkan fungsi telajakan sebagai ruang hijau yang tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga mendukung pelestarian lingkungan serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan dan keasrian wilayahnya.
“Telajakan juga menjadi ruang interaksi sosial masyarakat yang mencerminkan keharmonisan antara manusia, lingkungan, dan budaya Bali,” katanya.
Baca juga: Pemkab Gianyar Bali jaring inovasi PAUD hingga tingkat desa
Baca juga: Pemkab Gianyar layani kesehatan inklusif di 570 posyandu
Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































