PNM gandeng MES perkuat pemberdayaan perempuan prasejahtera

9 hours ago 7

Jakarta (ANTARA) - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menggandeng Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan prasejahtera melalui program pemberdayaan "Mba Maya" (Membina dan Memberdaya).

Direktur Utama PNM Arief Mulyadi menyatakan kolaborasi menghadirkan pendampingan usaha berbasis syariah serta membuka akses pelatihan berkelanjutan bagi ibu-ibu prasejahtera yang selama ini menjadi mayoritas nasabah PNM sehingga mampu mengembangkan usahanya dan naik kelas.

"Kami berkomitmen untuk terus mendorong pemberdayaan perempuan, terutama melalui ekosistem syariah. Ini adalah langkah nyata untuk mendukung pemberdayaan ekonomi perempuan di Indonesia,” ujar dia dalam keterangannya di Jakarta, Jumat

Program "Mba Maya" diluncurkan pada 6 Mei 2026 yang diikuti lebih dari 30.000 nasabah PNM secara hibrid, baik luring maupun daring.

Menurut Arief, kolaborasi dua lembaga ini ingin memperkuat peran ekonomi syariah sebagai salah satu pendorong kemandirian usaha perempuan di Indonesia dengan mengusung kampanye Usaha Berkah Dalam Bingkai Ekonomi Syariah melalui program "Mba Maya".

Program tersebut dinilai menjadi bagian dari upaya memperluas dampak pembinaan terhadap pelaku usaha ultra mikro yang jadi fokus pembiayaan PNM.

Saat ini, tambahnya, sebanyak 73 persen pembiayaan PNM sudah berbasis syariah dan telah memfasilitasi lebih dari 2.300 sertifikasi halal bagi usaha nasabah.

Dikatakannya Program Mba Maya difokuskan pada peningkatan kapasitas usaha perempuan melalui pelatihan dan pendampingan yang berkelanjutan.

Sementara itu Ketua Harian Pengurus Pusat MES Ferry Juliantono, mengapresiasi langkah PNM dalam menghadirkan program pemberdayaan yang menyasar masyarakat akar rumput.

Menurut Menteri Koperasi tersebut, program Mba Maya sejalan dengan Astacita Presiden Prabowo, yakni membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.

Dalam kesempatan itu Ferry juga menyatakan sistem pengelolaan data milik PNM, terutama keberadaan Command Center yang menampilkan dashboard data yang bagus, dapat menjadi contoh bagi lembaga lain, seperti Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM).

Baca juga: PNM perluas akses pendidikan dari beasiswa hingga Ruang Pintar PNM di pelosok negeri

Baca juga: Menteri UMKM dorong pembiayaan berbasis pendampingan usaha

Pewarta: Subagyo
Editor: Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |