PLN Watch ajak publik saring informasi terkait layanan listrik

22 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum PLN Watch Tohom Purba mengajak masyarakat lebih bijak menyaring informasi terkait layanan kelistrikan dan tidak mudah mempercayai kabar mengatasnamakan PT PLN (Persero) yang belum terverifikasi, terutama mengenai isu pemadaman listrik.

Ia mengatakan informasi mengenai pemeliharaan jaringan terencana yang disebut akan menyebabkan pemadaman listrik total selama tiga hari di Jawa dan Bali berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

“Informasi seperti ini harus disikapi dengan kepala dingin, jangan langsung dipercaya dan disebarkan, sebaiknya pastikan dulu melalui kanal resmi PLN,” kata Tohom dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Minggu.

Menurut dia, isu kelistrikan berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga kehidupan rumah tangga sehingga informasi yang beredar perlu dipastikan kebenarannya.

Ia menilai penyebaran informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan bukan hanya merugikan PLN, tetapi juga berpotensi mengganggu ketenangan masyarakat yang membutuhkan kepastian informasi.

“Dalam situasi seperti ini, yang dibutuhkan adalah dukungan publik, bukan kepanikan yang dipicu oleh informasi palsu,” ujarnya.

Tohom mengatakan kritik terhadap layanan kelistrikan tetap diperlukan sebagai bagian dari pengawasan publik, namun harus disampaikan berdasarkan data dan ditujukan untuk mendorong perbaikan layanan.

Menurut dia, masyarakat berhak memperoleh penjelasan apabila terjadi gangguan layanan, namun penyebaran informasi tanpa sumber resmi justru dapat memperkeruh keadaan.

“Kalau ada gangguan, tentu masyarakat berhak mendapat penjelasan, tetapi menyebarkan kabar pemadaman total tiga hari tanpa sumber resmi itu bukan bentuk kepedulian, melainkan tindakan yang bisa memperkeruh keadaan,” ucapnya.

Tohom menilai keandalan sistem kelistrikan nasional merupakan bagian penting dari ketahanan ekonomi dan sosial sehingga perlu didukung oleh partisipasi masyarakat dalam menjaga ruang informasi yang sehat.

Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan kanal resmi PLN untuk memperoleh informasi layanan maupun melaporkan gangguan yang terjadi di lapangan.

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PT PLN (Persero) Gregorius Adi Trianto telah menegaskan bahwa informasi mengenai pemeliharaan jaringan terencana total di Jawa dan Bali yang akan mengakibatkan pemadaman listrik selama tiga hari nonstop merupakan informasi yang tidak benar.

Menurut Gregorius, informasi tersebut tidak berasal dari PLN dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Karena itu, masyarakat diimbau memperoleh informasi terkait layanan dan operasional ketenagalistrikan melalui kanal komunikasi resmi perusahaan.

Di sisi lain, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo telah menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas pemadaman listrik bergilir di Pulau Jawa yang dipengaruhi gangguan pasokan batu bara berkalori menengah serta kendala teknis pada dua pembangkit listrik tenaga uap milik Independent Power Producer yang menjadi mitra PLN.

Darmawan mengatakan pasokan batu bara untuk sejumlah pembangkit di Jawa mulai mengalir kembali dan PLN terus melakukan berbagai upaya agar gangguan yang berdampak pada pemadaman bergilir dapat segera diselesaikan.

Pewarta: Aria Ananda
Editor: Hanni Sofia
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |