Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Pendeta Jacklevyn Frits Manuputty mengatakan pemberantasan korupsi di dalam negeri harus tuntas jika Indonesia ingin bersaing di tingkat global, utamanya di masa krisis perang Amerika Serikat, Israel dan Iran.
Manuputty mengemukakan sangat disayangkan apabila Indonesia tidak memberikan warna dalam lanskap global, baik dalam politik, sosial, maupun ekonomi, namun untuk mencapai tahapan tersebut, kekuatan internal di dalam negeri mesti dibangun dengan fondasi yang kuat.
Baca juga: KPK terima 5.080 laporan pengaduan masyarakat soal dugaan korupsi
"Infrastruktur bisa dibangun di mana-mana, tetapi kita juga membutuhkan suprastruktur yang kuat, regulasi yang baik, moral publik, dan etika yang kuat. Semua itu menjadi fondasi bagi Indonesia untuk berdiri kokoh di tengah tantangan global, oleh karena itu, kita mendukung upaya pemerintah dalam pemberantasan korupsi. Hal tersebut harus nyata sampai pada level regulasi dan implementasi di lapangan," katanya di Jakarta, Kamis.
Ia menegaskan rakyat Indonesia juga harus memiliki kebanggaan kolektif terhadap eksistensinya, dengan berkontribusi memberikan kritik yang konstruktif bagi kemajuan bangsa.
"PGI dalam posisinya akan tetap menjadi mitra kritis pemerintah. Jika ada hal yang perlu dikritik, kita sampaikan sebagai bentuk kecintaan kepada bangsa. Tidak hanya sekadar kritik, tetapi juga disertai masukan konstruktif," ujar dia.
Ia menekankan bahwa setiap kritik yang disampaikan oleh masyarakat bukan menolak pembangunan, melainkan lebih kepada mengawasi penyimpangan dalam implementasi proyek-proyek pemerintah, utamanya yang terkait dengan Proyek Strategis Nasional (PSN).
Baca juga: Kemenkes-KPK teken MoU perkuat pemberantasan korupsi sektor kesehatan
Baca juga: Nuzulul Qu'ran, Prabowo: Korupsi harus dihilangkan, itu ajaran agama
"Dalam mendukung PSN, kita juga perlu mencegah perampasan tanah adat dan melindungi hak masyarakat lokal," paparnya.
Manuputty menegaskan organisasi gereja ingin memastikan bahwa masyarakat ikut dilibatkan dalam proses pembangunan, utamanya dalam memberi masukan yang turut membangun kemajuan bangsa.
Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































