Denpasar (ANTARA) - Pertamina Patra Niaga menghitung konsumsi avtur atau bahan bakar untuk pesawat udara di Bali diproyeksikan menurun 10,3 persen dari rata-rata konsumsi harian 2.078 kiloliter, imbas perang di Timur Tengah.
“Penurunan dikarenakan adanya pembatalan penerbangan rute Timur Tengah,” kata Manager Komunikasi, Relasi dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara Ahad Rahedi di Denpasar, Bali, Kamis.
Adanya situasi perang di Timur Tengah itu turut mempengaruhi kinerja avtur di Bali, menjadi satu-satunya provinsi di wilayah kerjanya yang mencatatkan kontraksi konsumsi avtur.
Sedangkan tiga bandara lainnya mencatatkan kinerja positif konsumsi harian avtur berdasarkan proyeksi Satuan Tugas Ramadhan dan Idul Fitri (Rafi) 9 Maret-1 April 2026.
Bandara Juanda di Sidoarjo, Jawa Timur misalnya diproyeksikan tumbuh selama periode satgas mencapai 4,9 persen dari rata-rata konsumsi harian avtur mencapai 825 kiloliter.
Begitu juga bandara di Nusa Tenggara Barat tumbuh 1,5 persen dari rata-rata konsumsi harian 104 kiloliter dan bandara di Nusa Tenggara Timur tumbuh 3,6 persen dari rata-rata konsumsi harian 107 kiloliter.
Sedangkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali menjadi gerbang pariwisata tanah air yang banyak terkoneksi langsung dengan jalur penerbangan dunia khususnya di Timur Tengah yaitu Doha, Dubai dan Abu Dhabi.
Namun, tiga wilayah di Timur Tengah itu saat ini sedang menghadapi situasi darurat yaitu penutupan ruang udara akibat eskalasi perang melibatkan Amerika Serikat, Israel dan Iran.
Akibatnya sejumlah penerbangan dari Bali menuju tiga kota itu sempat dibatalkan dan hingga kini beberapa maskapai dari negara tersebut berupaya membuka layanan terbatas menyesuaikan situasi terkini.
Sebagai informasi, berdasarkan data pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, sejak perang di Timur Tengah pertama meletus pada 28 Februari hingga 6 Maret, tercatat ada 64 jadwal penerbangan internasional yaitu 34 keberangkatan dan 30 kedatangan, yang mengalami pembatalan.
Sedangkan berdasarkan data Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali, jumlah penumpang keberangkatan internasional menuju tiga kota itu yang terdampak pembatalan penerbangan hingga Senin (9/3) diperkirakan mencapai 11.600 orang.
Baca juga: Menhub: Avtur dan BBM angkutan Lebaran aman meski gejolak Timur Tengah
Baca juga: Pertamina Patra Niaga ajak pemred lihat distribusi avtur di AFT Halim
Baca juga: ICPI: Harga avtur perlu turun guna tingkatkan konektivitas pariwisata
Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































