Badung, Bali (ANTARA) - PT Pertamina (Persero) mendorong masyarakat terutama dunia akademik dan industri untuk mengembangkan serta mulai menggunakan energi ramah lingkungan atau hijau dalam pengolahan sampah, khususnya di kawasan pesisir atau perairan.
Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan mengatakan saat ini pilot project kapal trash skimmer yang merupakan hasil kerja sama Pertamina dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, memiliki potensi untuk menggunakan tenaga surya yang lebih ramah lingkungan dan murah.
“Jadi diharapkan nanti riset dapat diperdalam, karena mungkin tadi tenaga (kapal trash skimmer) masih dari bensin, dari BBM, kita alihkan ke tenaga surya, mengingat di sini (Indonesia) tenaga mataharinya (dapat dimanfaatkan),” kata Iriawan di Badung, Bali, Rabu.
Adapun kapal trash skimmer itu akan beroperasi di wilayah perairan sekitar The Patra Bali Resort & Villas di Kabupaten Badung, Bali; AFT Ngurah Rai Bali; serta wilayah operasi Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Kotabaru di Kalimantan Selatan.
Iriawan berharap inovasi teknologi yang dikembangkan Pertamina bersama ITS dapat menjadi solusi inovatif untuk melakukan pengumpulan sampah terapung secara lebih efektif, efisien dan aman.
Senada, Komisaris PT Pertamina (Persero) Hasan Nasbi mengatakan pihaknya sangat mendukung pengembangan teknologi berbasis ramah lingkungan agar bisa dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat, khususnya di sekitar wilayah operasional perseroan.
“Tim nanti akan memikirkan supaya energinya nanti juga bisa lebih ramah lingkungan. Tadi Prof Sjarief (Widjaja, Guru Besar Departemen Teknik Perkapalan ITS) juga sudah bilang nanti risetnya akan dikembangkan, supaya nanti tenaganya bisa dari tenaga surya atau dengan menggunakan baterai,“ kata Hasan.
Khusus untuk pengelolaan sampah di kawasan pesisir, Hasan menilai hal tersebut sejalan dengan implementasi nilai lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) Pertamina melalui pemanfaatan teknologi ramah lingkungan untuk pengelolaan sampah perairan.
“Jadi dengan ikhtiar dari Pertamina ini, semoga nanti bisa berkembang, sehingga berbagai pantai yang ada di Indonesia yang indah-indah, yang menjual wisata, itu bisa bersih sepenuhnya dari sampah,” ujar dia.
Sementara itu, pada tahap awal implementasi pilot project kapal trash skimmer, Pertamina menargetkan pengurangan volume sampah pesisir di sekitar wilayah operasi The Patra Bali Resort & Villas dan AFT Ngurah Rai hingga sekitar 1 ton per tahun.
Lebih lanjut, untuk wilayah operasi TBBM Kotabaru, khususnya di Desa Semayap dan Desa Rampa, di Kalimantan, program ini ditargetkan mampu membantu mengurangi timbulan sampah pesisir hingga sekitar 20 ton per tahun.
Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































