Jakarta (ANTARA) - Direktur Perencanaan dan Pertumbuhan Bisnis Pertamina Patra Niaga Joko Pranoto menyampaikan harga Jenis Bahan Bakar Umum (JBU) seperti Pertamax Series untuk bulan depan akan mengikuti dinamika harga minyak dunia.
“Untuk JBU, ya, itu Patra Niaga selama ini dan seterusnya memang akan merespons terhadap kenaikan atau penurunan harga minyak dunia,” ujar Joko Pranoto di Terminal BBM Plumpang Jakarta, Senin.
Pernyataan tersebut merespons terkait dinamika harga minyak dunia. Harga minyak mentah Brent sempat menyentuh 117 dolar AS per barel pada April, lalu terkoreksi cepat ke kisaran 78 dolar AS per barel setelah kerangka damai AS-Iran yang mulanya akan ditandatangani di Swiss pada Jumat (19/6).
Harga minyak mentah Brent naik kembali di atas 80 dolar AS (sekitar Rp1,4 juta) per barel pada Jumat (19/6), seiring investor mempertimbangkan meningkatnya risiko geopolitik setelah dibatalkannya perundingan yang direncanakan antara Amerika Serikat dan Iran, serta serangan baru Israel di Lebanon.
Baca juga: Pakar proyeksikan harga Pertamax turun bertahap hingga Desember
Baca juga: BI sebut kenaikan BBM nonsubsidi potensi sumbang inflasi 0,25 persen
“Nanti ke depan seperti apa, nanti kami lihat karena kami basisnya adalah harga satu bulan sebelumnya,” kata Joko.
Harga rata-rata minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada Mei sebesar 106,56 dolar AS per barel, lebih rendah dibandingkan ICP April yang berada di level 117,31 dolar AS per barel.
"Rata-rata ICP bulan Mei 2026 ditetapkan 106,56 dolar AS per barel, sejalan dengan penurunan harga minyak mentah utama dunia,” ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman dalam keterangan resminya.
Penurunan ICP bulan Mei sejalan dengan melemahnya harga minyak mentah utama dunia, khususnya Dated Brent, yang dipengaruhi oleh meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat, Israel dan Iran.
Lebih lanjut, Laode menjelaskan bahwa sepanjang Mei 2026 pasar minyak global merespons sejumlah perkembangan yang mengindikasikan deeskalasi konflik di Timur Tengah.
Baca juga: Pertamax bisa turun jika harga minyak dunia melemah
Baca juga: Ekonom: Pemerintah perlu siapkan stimulus usai kenaikan BBM nonsubsidi
Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































