Jakarta (ANTARA) - Pelatih Persik Kediri Marcos Reina fokus membenahi penyelesaian akhir tim asuhannya untuk menghadapi Garudayaksa FC pada pekan kedua BRI Super League di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jumat (11/9) pukul 15.30 WIB.
Dikutip dari laman resmi I.League, Rabu, Reina menilai penyelesaian akhir menjadi masalah utama Persik Kediri pada pertandingan pekan pertama kontra Dewa United.
Pelatih berkebangsaan Spanyol itu meminta Ezra Walian serta kolega untuk mempertajam penyelesaian akhir mereka pada laga menghadapi Garudayaksa FC.
"Secara umum tim ini telah bermain baik. Membangun permainan dan penguasaan bola bagus. Hal terpenting adalah kami tidak melakukan finishing dengan baik di gawang lawan. Itu sesuatu yang harus kami perbaiki dengan serius," kata Reina.
Pada pertandingan pekan pertama BRI Super League, Persik Kediri harus menelan kekalahan dengan tipis 0-1 dari Dewa United meski tampil secara dominan.
Reina mengatakan ia beserta tim pelatih harus menyusun program latihan seefektif mungkin untuk menyiasati waktu persiapan yang lebih pendek.
"Kami bermain pada hari Jumat, maka kami harus melakukan semua persiapan dalam beberapa hari saja. Makanya kami fokuskan pada finishing. Karena kami harus mencetak gol jika ingin dapat poin lawan Garudayaksa FC," kata Reina.
Reina menjelaskan tim pelatih harus mempelajari permainan sekaligus menyiapkan strategi tepat untuk meraih angka di kandang Garudayaksa FC nanti.
Dia menilai Garudayaksa FC bukan lawan yang mudah, meski mereka berstatus sebagai salah satu tim baru di kompetisi musim ini dan meminta anak-anak asuhnya untuk tetap menjaga performa demi mendapatkan hasil maksimal.
"Kami sudah mempersiapkan pertandingan melawan Garudayaksa FC dengan sangat baik. Kami harus tahu apa yang akan mereka lakukan dan membuat game plan terbaik yang bisa kami lakukan untuk mengalahkan Garudayaksa FC," katanya.
Baca juga: Carlos Iury ajak Dewa United fokus ke laga kontra Bhayangkara FC
Pewarta: Aldi Sultan
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































