Perbatasan Myanmar-Thailand dibuka, harapkan peningkatan perdagangan

4 days ago 5

Tak (ANTARA) - Pembukaan kembali gerbang perbatasan Myawaddy, Myanmar, dengan Thailand setelah penutupan selama sembilan bulan dapat meningkatkan perdagangan, kendati pemulihan masih menghadapi rintangan akibat perizinan impor dan aturan valas negara itu, kata Departemen Perdagangan Luar Negeri Thailand.

Pos perbatasan di Jembatan Persahabatan Kedua Thailand-Myanmar yang berhadapan dengan Mae Sot di Provinsi Tak itu melanjutkan operasionalnya pada 28 Mei 2026 setelah penutupan secara sepihak oleh Myanmar sejak 18 Agustus 2025.

Direktur Jenderal Departemen Perdagangan Luar Negeri Thailand Arada Fuangthong mengatakan pembukaan pos perbatasan itu dapat meringankan logistik dan menurunkan biaya para eksportir bahan pokok, material bangunan, dan produk industri asal Thailand.

Kendati demikian, perizinan impor Myanmar masih menjadi kunci pada semester II 2026.

Sistem tersebut menyambungkan persetujuan impor dengan pendapatan ekspor dan ketersediaan valas, sehingga dianggap memperpanjang proses otorisasi.

Aktivitas perdagangan Thailand-Myanmar melalui perbatasan Mae Sot merosot pada Januari-April 2026 akibat gangguan perbatasan dan pengendalian impor.

Mengingat pembukaan kembali perbatasan itu diharapkan dapat mengembalikan perdagangan kebutuhan pokok, departemen itu berencana melakukan negosiasi untuk mendapatkan relaksasi pembatasan saat pertemuan mendatang Dewan Perdagangan Gabungan 2026.

Sumber: TNA-MCOT

Baca juga: Menlu China akan keliling ke tiga negara ASEAN

Baca juga: ASEAN bahas implementasi Konsensus Lima Poin oleh Myanmar

Penerjemah: Bayu Prasetyo
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |