Pentagon desak produksi senjata AS digenjot akibat cadangan menipis

3 hours ago 2

Istanbul (ANTARA) - Departemen Perang Amerika Serikat (Pentagon) mendesak perusahaan pertahanan untuk menggenjot produksi dan pengiriman senjata mengingat semakin menipisnya cadangan persenjataan akibat perang dengan Iran.

Menurut laporan The Washington Post, Sabtu, desakan tersebut disampaikan Wakil Menteri Pertahanan Steve Feinberg melalui sebuah memo kepada petinggi industri pertahanan pada Rabu.

Dalam pesannya, Feinberg memberi waktu selama 21 hari kepada para pemimpin industri menyusun rencana untuk "mendorong pengiriman yang lebih cepat dan agresif dan/atau meningkatkan produksi untuk kapabilitas kritis".

"Siklus pengembangan yang memakan waktu bertahun-tahun tak dapat diterima," kata Feinberg.

"Kita harus mengakselerasi rencana produksi kita secara penuh dan memperluas kapasitas produksi sekarang," tambahnya.

Instruksi tersebut disampaikan di tengah upaya Pentagon mengisi kembali cadangan persenjataan, termasuk sistem rudal pencegat Patriot dan Terminal High Altitude Area Defense (THAAD).

Adapun lembaga wadah pemikir AS Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS) menyebut cadangan global sistem rudal Patriot merosot dari 2.200 unit sebelum perang menjadi hanya 827, dengan cadangan sistem THAAD bernasib sama dari 452 menjadi hanya 278.

Pentagon juga berupaya mendorong kesepakatan kerangka kerja dengan kontraktor pertahanan dan firma teknologi besar untuk meningkatkan produksi. Namun, kesepakatan tersebut tidak mengikat dan bergantung pada pendanaan yang disetujui Kongres AS.

"Hampir tidak ada yang dikontrak, dan inilah masalahnya," kata Tom Karako, direktur Proyek Pertahanan Rudal di CSIS.

Sementara itu, Juru Bicara Pentagon Sean Parnell mengkonfirmasi memo yang disampaikan Feinberg.

Menurut dia, hal tersebut akan "menjadi acuan bagi anggaran tahun fiskal 2028 yang diserahkan kepada Kongres AS untuk pendanaan" serta konsisten dengan upaya membangun kembali basis industri pertahanan nasional.

Upaya Pentagon tersebut berlangsung meski RUU belanja pertahanan senilai 1,15 triliun dolar AS masih mandek di Kongres AS, sehingga berpotensi menahan upaya mempercepat peningkatan produksi senjata.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Pentagon gelar rapat darurat usai Trump marah soal pasokan senjata

Baca juga: NYT: Tentara AS yang terluka dalam konflik Iran meningkat, jadi 624

Penerjemah: Nabil Ihsan
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |