Pengawasan BPOM setara dengan standar internasional

1 day ago 5

Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar menegaskan bahwa standar yang diterapkan BPOM dalam melakukan pengawasan obat dan makanan termasuk produk kosmetik di dalamnya telah sesuai dengan standar internasional.

Hal ini dicerminkan dari status pengakuan WHO pada BPOM lewat WHO Listed Authority (WLA) yang membuktikan bahwa BPOM telah memenuhi standar internasional tinggi serta kredibel dalam pengawasan produk kesehatan.

"Bukti top 10 di dunia itu kita sudah dapat namanya WHO Listed Authority, WLA. Dan itu baru kita dapatkan Desember tahun lalu," kata Taruna saat ditemui di Jakarta, Rabu.

Baca juga: Aplikasi BPOM Mobile bisa jadi sarana lapor dugaan kosmetik palsu

Lebih lanjut Taruna mengatakan bahwa WLA merupakan bentuk pengakuan bahwa standar keamanan, standar stabilitas, standard vigilance atau kewaspadaan, serta standar otoritasi marketing sudah sesuai standar internasional.

"Kita sudah setara dengan Amerika, sudah setara dengan European Medical Agency, kita sudah setara dengan PMDA Jepang, kita sudah setara dengan Minister of Food and Drug Safety di Korea Selatan, sudah setara dengan PGA yang ada di Australia dan HAA yang ada di Singapura," kata Taruna.

Dengan demikian, kata dia, berbagai aspek keamanan, efikasi dan kualitas produk lokal yang telah mendapatkan izin edar BPOM memiliki standar yang sama dengan produk luar negeri, sehingga tidak perlu diragukan kualitasnya.

Dia pun menyerukan agar masyarakat Indonesia percaya akan produk dalam negeri yang telah mendapatkan izin BPOM sehingga produk domestik bisa merajai negeri sendiri.

Baca juga: Sinergitas pengawasan peredaran kosmetik berbahaya di era digital

Hal tersebut ia sampaikan terkait keinginan produsen kosmetik yang memiliki tujuan untuk menciptakan tren kecantikan ala Indonesia atau yang disebut I-Beauty untuk menggeser tren K-Beauty.

"Mimpi kita bersama di Perkosmi adalah kita mau geser K-Beauty Mungkin 10 tahun lagi, kita mau ciptakan I-Beauty Indonesian Beauty," ujar CEO Martha Tilaar Group Kilala Tilaar.

Ia menilai bahwa produk-produk Indonesia memiliki nilai yang tak kalah dengan jenama luar negeri meski memang saat ini memiliki tantangan tersendiri.

Baca juga: Produsen kosmetik berupaya tekan impor bahan baku

Baca juga: BPOM: Future Beauty Talk dapat kuatkan inovasi industri kosmetik RI

Baca juga: Kemenperin yakin kosmetik hingga parfum jadi pilar penguatan industri

Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |