Sydney, Australia (ANTARA) - Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa bermain gim video lebih dari 10 jam dalam sepekan dapat secara signifikan memengaruhi pola makan, tidur, dan berat badan anak muda.
Penelitian yang dipimpin Curtin University Australia dan diterbitkan dalam jurnal Nutrition tersebut menyurvei 317 mahasiswa dari lima universitas di negara tersebut, dengan median usia 20 tahun, menurut pernyataan Curtin University pada Kamis (15/1).
Para partisipan diklasifikasikan sebagai pemain gim rendah (0-5 jam per pekan), moderat (5-10 jam), dan tinggi (lebih dari 10 jam).
Para peneliti menemukan bahwa meskipun pemain gim rendah dan moderat melaporkan hasil kesehatan yang serupa, hasilnya memburuk secara signifikan di kalangan anak muda yang bermain gim lebih dari 10 jam per pekan.
Profesor Mario Siervo dari Curtin School of Population Health menyebutkan bahwa temuan tersebut menunjukkan bahwa tampaknya yang menjadi persoalan utama adalah bermain gim secara berlebihan, bukan aktivitas bermain gim itu sendiri.
"Yang menonjol adalah para mahasiswa yang bermain gim hingga 10 jam sepekan semuanya tampak sangat mirip dalam hal pola makan, tidur, dan berat badan," kata Siervo.
Dia menambahkan bahwa setelah melewati ambang batas 10 jam itu, perbedaan jelas mulai tampak.
Penelitian tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa yang bermain gim lebih dari 10 jam per pekan memiliki kualitas pola makan yang lebih buruk dan tingkat obesitas yang lebih tinggi, dengan median indeks massa tubuh 26,3 dibandingkan dengan 22,2 dan 22,8 untuk pemain gim rendah dan moderat.
Semua kelompok melaporkan kualitas tidur yang pada umumnya buruk, tetapi meningkatnya durasi bermain gim juga berhubungan dengan gangguan tidur, kata para peneliti.
Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa menerapkan rutinitas yang sehat, seperti membatasi bermain gim hingga larut malam dan memilih camilan yang lebih sehat, dapat membantu mengurangi risiko kesehatan.
Pewarta: Xinhua
Editor: Imam Budilaksono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































