Peneliti dunia bahas tata kelola sumber daya berkelanjutan di Unhas

2 weeks ago 15

Makassar (ANTARA) - Sejumlah peneliti dunia berkumpul membahas tata kelola sumber daya berkelanjutan di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Sulsel, Senin.

Para akademisi, peneliti, dan mahasiswa dari berbagai negara yang hadir dalam rangkaian kegiatan menuju Pre-Conference International Association for the Study of the Commons (IASC) 2027 itu berasal dari Australia, Amerika Serikat, dan Belanda.

Perwakilan Delegasi Unhas sekaligus Dosen Fakultas Kehutanan Prof Forest Muhammad Alif K. Sahide di Makassar, Senin, mengatakan kajian mengenai commons atau sumber daya yang dimiliki dan digunakan masyarakat tidak hanya berbicara tentang hutan.

Konsep ini, kata dia, juga mencakup berbagai sumber daya yang digunakan dan dikelola secara kolektif oleh masyarakat, mulai dari kawasan mangrove, perairan pesisir, hingga aspek kesehatan dan kehidupan sosial masyarakat.

“Karena itu, konferensi ini tidak berfokus pada satu bidang ilmu tertentu. Kami mempertemukan berbagai perspektif untuk memahami hubungan antara manusia, lingkungan, dan sumber daya yang mereka kelola bersama,” jelasnya.

Dalam pertemuan ini turut hadir delegasi dari berbagai institusi, antara lain Universitas Hasanuddin, IPB University, Universitas Gadjah Mada, Universitas Mataram, University of Hawai‘i, serta sejumlah lembaga dan organisasi mitra lainnya.

Dalam pertemuan tersebut, para delegasi menyampaikan perkembangan persiapan 21st IASC Biennial Conference yang direncanakan berlangsung di Sulawesi Selatan pada 21–25 Juni 2027.

Baca juga: Guru Besar paparkan peran SPPG Unhas dalam peningkatan kualitas MBG

Menurut Prof Alif, Sulawesi Selatan dipandang sebagai lokasi yang strategis karena menyimpan keragaman ekosistem sekaligus praktik pengelolaan sumber daya berbasis masyarakat yang menjadi perhatian komunitas akademik internasional.

Selain konferensi ilmiah, peserta juga akan mengikuti kegiatan lapangan untuk mengamati langsung berbagai praktik tersebut.

Sementara Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa menilai isu pengelolaan sumber daya bersama semakin penting di tengah tantangan perubahan iklim, degradasi lingkungan, dan kebutuhan pembangunan yang berkelanjutan.

Bagi Unhas IASC 2027 tidak hanya menjadi forum akademik internasional, tetapi juga kesempatan memperkenalkan Sulawesi Selatan sebagai laboratorium pembelajaran global dalam pengelolaan sumber daya bersama.

Di tengah berbagai tantangan lingkungan, kolaborasi lintas negara dan disiplin ilmu menjadi kunci untuk menghadirkan solusi yang berkelanjutan bagi masyarakat dan alam.

IASC Biennial Conference merupakan konferensi dua tahunan yang diselenggarakan oleh International Association for the Study of the Commons (IASC), sebuah asosiasi internasional yang berfokus pada studi tata kelola dan pengelolaan sumber daya milik bersama (the commons).

Informasi lebih lanjut mengenai IASC 2027 dapat dilihat di https://2027.iasc-commons.org.

Baca juga: 50 proposal PKM Unhas raih pendanaan Kemdiktisaintek 2026

Pewarta: Abdul Kadir
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |