Pendukung Yoon unjuk rasa protes pemecatannya dari presiden Korsel

13 hours ago 3

Seoul (ANTARA) - Pendukung mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol berkumpul pada Sabtu untuk memprotes putusan Mahkamah Konstitusi Korsel yang memberhentikan Yooon dari jabatan kepala negara.

Mereka juga mendesak agar Yoon dapat segera kembali menjabat, serta menyebut pihak oposisi sebagai “kartel anti-negara” yang harus diberantas.

Ribuan kelompok konservatif menggelar unjuk rasa di kawasan Gwanghwamun, pusat kota Seoul, meskipun hujan, sehari setelah pengadilan tertinggi mencabut kekuasaan Yoon, dengan putusan bahwa ia melanggar konstitusi karena mendeklarasikan darurat militer pada Desember.

Para pengunjuk rasa meneriakkan slogan seperti “Pemakzulan adalah penipuan dan tidak sah” serta “Bubarkan Mahkamah Konstitusi,” sembari mengecam keras terhadap para hakim dalam persidangan pemakzulan.

Selain itu, mereka mendesak Yoon untuk kembali menjabat dengan menyerukan “pemberantasan kekuatan anti-negara” serta “penggunaan hak untuk melawan.”

Seorang peserta mengklaim bahwa masyarakat seharusnya memboikot pemilu sela, yang harus diadakan dalam waktu 60 hari setelah kekosongan jabatan presiden.

Polisi memperkirakan sekitar 18.000 orang ikut serta dalam aksi unjuk rasa pada Sabtu tersebut.

Sebelum demonstrasi dimulai, sebagian besar jalan di sekitar pengadilan dan sekitar kediaman presiden di Seoul tetap sepi dan tenang, sangat kontras dengan demonstrasi besar-besaran yang selama berbulan-bulan memenuhi area tersebut baik dari pihak pendukung maupun penentang Yoon.

Toko-toko di sekitar pengadilan dan blok-blok di sekitar Stasiun Anguk tetap tutup untuk hari kedua.

Semua karangan bunga yang dipasang oleh pendukung Yoon di depan pengadilan telah dibersihkan oleh kantor distrik dan digantikan oleh barikade polisi.

Area di sekitar kediaman resmi presiden di Yongsan tampak tenang, berbeda dengan kerumunan pendukung dan penentang Yoon yang dulu memenuhi jalanan, bersama dengan para YouTuber yang sibuk melakukan siaran langsung dari lokasi.

Polisi telah melonggarkan penjagaan mereka dengan bus-bus mereka telah ditarik keluar meninggal area tersebut.

Hingga pukul 18.00 waktu setempat pada hari sebelumnya, polisi menurunkan tingkat siaga keamanan di Seoul dari level tertinggi, yang mengharuskan mobilisasi penuh polisi menjadi level kedua tertinggi, yang hanya mengharuskan pengerahan 50 persen personel.

Karena beberapa demonstrasi diperkirakan akan berlanjut, polisi akan mempertahankan tingkat siaga ini sepanjang akhir pekan, menurut seorang pejabat kepolisian.

Sumber: Yonhap-OANA

Baca juga: Presiden Korsel Yoon resmi dicopot

Baca juga: Pemerintah Korsel sebut stabilitas negaranya terus terjaga

Baca juga: Mantan Presiden Korsel Yoon meminta maaf seusai dimakzulkan

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |