Jakarta (ANTARA) - Pendopo bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) menghadirkan ruang kreatif yang menyatukan layanan mobilitas modern dengan budaya warisan leluhur sebagai identitas bangsa dalam tema “Heritage on the Move”.
Head of Pendopo Putu Laura mengatakan tema ini diangkat agar warisan budaya Indonesia semakin melekat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat melalui produk-produk lokal terkurasi yang relevan dengan gaya hidup masa kini.
“Melalui kolaborasi bersama KAI, kami ingin membawa budaya Indonesia lebih dekat ke ruang publik yang dinamis, salah satunya Stasiun Gambir. Heritage on the Move menjadi salah satu upaya kami untuk hadir lebih dekat dengan pelanggan, sekaligus menghidupkan warisan budaya dengan keseharian masyarakat modern karena kami melihat bahwa tradisi selalu bergerak dan tumbuh bersama masyarakatnya,” kata Laura dalam konferensi pers di Stasiun Gambir Jakarta, Rabu.
Baca juga: Kemenekraf dukung kolaborasi sektor retail hidupkan warisan budaya
Sebagai sebuah perayaan gaya dan budaya yang terinspirasi dari perjalanan, “Heritage on the Move” menghadirkan rangkaian acara yang dirancang untuk memberikan pengalaman yang lebih hidup bagi para pengunjung dan penumpang di Stasiun Gambir.
Pendopo juga menghadirkan pop-up store di Stasiun Gambir yang menampilkan kurasi produk lokal pilihan yang relevan untuk kebutuhan perjalanan.
Melalui pop-up store ini, pengunjung sekaligus memiliki kesempatan untuk mengenal lebih dekat berbagai karya UMKM dari seluruh Nusantara. Pop-up store Pendopo dapat dijumpai di Stasiun Gambir hingga 31 Mei 2026.
Sementara itu EVP of Marketing and Business Development KAI (Persero) Fredi Firmansyah, mengatakan kolaborasi ini turut menjadi wujud komitmen PT Kereta Api Indonesia (Persero) dalam menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih berkesan bagi para penumpang.
“Mungkin dengan banyaknya acara seperti ini, para penumpang juga yang tadinya hanya menunggu kereta, mungkin nanti akan melihat, merasakan dan mungkin dengan adanya pop-up exhibition, bisa membeli dan bisa merasakan ini produk dari lokal, budaya lokal,” kata Fredi.
Fredi menambahkan kolaborasi ini bisa mendorong para UMKM lebih maju, mengenalkan budaya Indonesia ke ranah yang luas dan juga bisa menguatkan ekosistem ekonomi yang lebih kreatif.
Baca juga: Kemenekraf-Pendopo buka akses pasar ritel bagi 70 pelaku kriya
Baca juga: Wamenekraf ingin produk lokal ekraf jadi mesin pertumbuhan ekonomi
Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































