Pemprov Sumut: jumlah pengungsi turun drastis jelang Lebaran 2026

3 hours ago 2

Medan (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) memastikan, jumlah pengungsi korban terdampak pascabencana hidrometeorologi turun drastis menjelang Lebaran 2026.

"Kita harap sebelum Lebaran, pengungsi sudah tidak lagi di tenda," ungkap Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekdaprov Sumut Basarin Yunus Tanjung di Medan, Selasa.

Ia mengatakan, Pemprov Sumut terus mendorong percepatan penanganan para pengungsi hingga mencapai target zero atau nol pengungsi di tenda pengungsian.

Menurutnya, sudah ada pengungsi yang masuk ke hunian sementara (huntara), dan masih terdapat ribuan huntara lagi yang bakal disiapkan untuk dihuni.

Data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana Sumatera Utara per 1 Maret 2026, mencatat, 3.554 jiwa atau 921 kepala keluarga masih mengungsi di dua kabupaten se-Sumut.

Baca juga: PLN: Pemulihan listrik pascabencana di Aceh barat capai 100 persen

Ribuan pengungsi itu tersebar di Kabupaten Tapanuli Tengah sebanyak 2.564 jiwa, dan Kabupaten Tapanuli Selatan berjumlah 990 jiwa.

"Untuk keseluruhan progres pembangunan huntara sudah masuk di angka 90-an persen," kata Basarin yang juga Ketua Harian Posko Tanggap Bencana Sumut.

Pemprov Sumut juga mendorong seluruh pihak terus menjaga kolaborasi dengan mempercepat pemindahan pengungsi dari tenda ke huntara.

Beberapa titik huntara telah dihuni masyarakat terdampak bencana di tiga kabupaten di Sumut, yakni Lapangan Bola Simarpinggan 186 unit, Dusun Aek Latong Desa Marsada118 unit, dan PTPN IV Regional I Afdeling III Kebun Batang Toru 129 unit di Tapanuli Selatan.

Baca juga: Menteri PU tegaskan perbaikan jalan di Aceh menjadi prioritas Presiden

Kemudian, Adiankoting 40 unit di Tapanuli Utara, Asrama Haji Pinangsori 52 unit, Lahan Balerong Pasar Tukka 12 unit, dan Lahan Rusunawa Pandan 90 unit di Tapanuli Tengah.

Sedangkan sejumlah titik pembangunan huntara lainnya di Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah hingga kini masih dalam tahap penyelesaian.

"Untuk Tapanuli Selatan tanggal 15 Maret ini diharapkan sudah masuk ke huntara. Karena huntara-nya baru siap di tanggal tersebut," jelas Basarin.

Selain penyediaan hunian sementara, tutur dia, para pengungsi di Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah juga menerima Dana Tunggu Hunian (DTH).

Bantuan ini ditujukan bagi pengungsi yang memilih tidak tinggal di huntara. "Proses penyaluran DTH sudah berlangsung, dan terus dicairkan sesuai kelengkapan BNBP atau by name by address," ujarnya.

Baca juga: BNPB: Sisa 2.418 unit huntara penyintas bencana di Aceh Tamiang

Baca juga: Kemendikdasmen revitalisasi 116 sekolah di Bireuen

Pewarta: Muhammad Said
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |