Tanjungpinang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melepas ekspor 800 kilogram ikan kakap dan angoli tanpa tulang tujuan Australia melalui Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Kota Tanjungpinang.
Mewakili Gubernur Kepri Ansar Ahmad, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Dewi Kumalasari Ansar mengatakan, kegiatan ekspor tersebut menandakan produk perikanan lokal mampu bersaing secara global.
"Ekspor ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi nelayan lokal, karena ikan hasil tangkapan mereka ditampung perusahaan lalu diekspor ke luar negeri," kata Dewi saat melepas ekspor ikan di Bandara RHF Tanjungpinang, Sabtu siang.
Dewi mengapresiasi eksportir, PT Bintan Inti Gemilang (BIG) di Kabupaten Bintan yang secara konsisten mampu memenuhi kuota ekspor perikanan ke luar negeri, khususnya Australia.
Baca juga: BPBL Batam targetkan panen 1 ton lobster kualitas ekspor akhir 2026
Ia berharap ekspor perikanan asal Kepri berjalan lancar, sehingga ikut mendongkrak pertumbuhan ekonomi serta lapangan kerja bagi warga lokal.
"Kalau ekspor lancar, tentu akan berpengaruh terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD)," ucap Dewi.
Sementara, Pimpinan PT BIG Dinaria menyebut ekspor ikan kakap dan angoli ke Australia ini merupakan yang kelima kalinya dilakukan, dengan nilai ekonomis sekitar Rp160 juta.
Dia mengatakan, kakap dan angoli saat ini menjadi favorit warga Australia, sehingga kebutuhan relatif tinggi.
Baca juga: KKP perluas akses ekspor produk perikanan ke Turkiye dan China
"Ikan ini rata-rata hasil tangkapan nelayan Kepri," ujarnya.
Ia menambahkan, dalam seminggu PT BIG rutin mengekspor ikan ke berbagai negara, mulai dari Singapura, Australia sampai Amerika.
Dikatakannya ekspor perikanan luar negeri tergantung orderan buyer atau pembeli. Kondisi ekonomi dan geopolitik global ikut mempengaruhi aktivitas ekspor.
"Contohnya saat ini konflik Iran dan Israel-Amerika, turut mempengaruhi ongkos pengiriman ikan menjadi lebih mahal," katanya pula.
Baca juga: RI bidik ekspor ikan budidaya ke Arab Saudi untuk konsumsi jamaah haji
Pewarta: Ogen
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































