Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menyiapkan pembentukan kanal pengaduan terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bisa dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat di wilayah setempat guna menjamin kualitas layanan.
Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin di Kota Malang, Jawa Timur, Senin memastikan setiap laporan yang menyangkut MBG langsung difasilitasi dan ditindaklanjuti oleh jajaran pemerintah daerah setempat untuk kemudian disiapkan sebagai bahan evaluasi serta pengawasan berkelanjutan.
"Jadi tidak ada lagi alasan untuk khawatir, karena sudah ada banyak ruang untuk menyampaikan aduan demi kebaikan bersama," kata Ali.
Disiapkannya kanal pengaduan tersebut bertujuan sebagai pemberian ruang bagi publik untuk terlibat mengawasi dan membantu pemerintah menyelesaikan masalah. Sehingga, diharapkan program MBG ke depan bisa terlaksana semakin baik dan minim kendala.
Pihaknya juga mempersilahkan masyarakat menyampaikan temuan persoalan MBG kepada pihak sekolah, media, maupun ke akun media sosial pribadinya maupun ke Wali Kota Malang Wahyu Hidayat.
Pemerintah daerah setempat, kata dia, sedang mempersiapkan langkah membentuk Satuan Tugas (Satgas) MBG yang nantinya akan diisi oleh pejabat dari dinas-dinas terkait.
Satgas tersebut, kata Ali, memiliki tugas untuk mengawasi secara ketat dan memastikan bahwa kualitas dari setiap bahan baku serta paket MBG yang sudah jadi serta akan didistribusikan ke setiap sekolah di Kota Malang tetap sesuai standar kesehatan.
Kemudian, tim itu juga mengemban tugas menganalisa kelayakan dan penerapan standar operasional prosedur (SOP) sampai menerbitkan rekomendasi pelaksanaan evaluasi program MBG berdasarkan data lapangan.
Serangkaian upaya yang diambil oleh Pemkot Malang bertujuan untuk memperkuat standar kualitas paket MBG bagi pelajar, guna memastikan seluruh bantuan yang diterima dalam kondisi terbaik dan layak konsumsi.
"Kami juga sudah sampaikan ke sekolah untuk tegas memastikan kualitas makanan dan berhak menolak jika paket yang diterima tidak sesuai standar mutu atau tidak segar," katanya.
Pewarta: Ananto Pradana
Editor: Wuryanti Puspitasari
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































