Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur menyatakan kesiapannya dalam mengamankan perayaan malam takbiran Idul Fitri 1447 Hijriah dan arus mudik Lebaran 2026.
"Alhamdulillah kesiapan menjelang perayaan malam takbiran Idul Fitri dan arus mudik mendatang semuanya sudah kita laksanakan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang ada," kata Wali Kota Jakarta Timur Munjirin di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Kamis.
Kesiapan tersebut dipastikan setelah digelarnya rapat pimpinan yang melibatkan berbagai unsur lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan hingga tenaga kesehatan.
Munjirin menyebut, rapat tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh persiapan pengamanan berjalan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.
"Tadi kita awali dengan rapat pimpinan (rapim) kaitan dengan perayaan pengamanan Idul Fitri sekaligus arus mudik. Sudah dipaparkan baik oleh jajaran pemerintah kota, dari kepolisian, TNI maupun dari Kejaksaan. Dari kesehatan juga tadi ikut memaparkan, termasuk Direktur Rumah Sakit Umum Duren Sawit," jelas Munjirin.
Menurutnya, seluruh instansi yang terlibat telah menyampaikan kesiapan masing-masing, baik dari sisi pengamanan wilayah, pelayanan kesehatan, hingga kesiapan menghadapi potensi lonjakan aktivitas masyarakat saat libur Lebaran.
Baca juga: Jaktim sediakan layanan titip kendaraan bagi warga yang mudik Lebaran
Selain itu, pemerintah kota bersama unsur TNI-Polri dan instansi terkait akan menjalankan pengamanan sesuai dengan SOP yang berlaku. Pengamanan tersebut meliputi pengawasan kegiatan malam takbiran, pengaturan arus lalu lintas, serta kesiapsiagaan fasilitas kesehatan.
Munjirin menegaskan, sinergi antarinstansi menjadi kunci utama dalam menjaga situasi tetap aman dan kondusif selama periode perayaan Idul Fitri.
Selain kesiapan aparat, Munjirin juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan lingkungan masing-masing selama momentum Lebaran. Dia menilai partisipasi warga sangat penting untuk menciptakan suasana yang aman dan nyaman.
"Seluruh instansi dan jajaran siap mengamankan, tinggal dukungan dari masyarakat untuk menjalankan semuanya. Saya mohon atensi kita bersama-sama jaga kampung kita, Kota Jakarta Timur dengan baik," kata Munjirin.
Pemerintah Kota Jakarta Timur berharap perayaan malam takbiran hingga arus mudik Lebaran tahun ini dapat berlangsung lancar, aman, dan tertib.
Dengan dukungan semua pihak, diharapkan masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan penuh khidmat tanpa gangguan keamanan maupun ketertiban.
Baca juga: Operasi Pekat Jaya 2026 fokus tekan tawuran di Jaktim
Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Timur mendirikan 27 posko terpadu untuk mendukung Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Jaya termasuk mencegah tawuran selama Ramadhan 1447 Hijriah.
"Dalam operasi tersebut pihaknya mendirikan 27 posko terpadu yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta Timur untuk mencegah indikasi-indikasi perbuatan yang mengarah kepada tawuran," kata Wakapolres Metro Jakarta Timur AKBP Achmad Akbar saat konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Timur, Senin (2/2).
Operasi Pekat Jaya 2026 merupakan bagian dari instruksi terpusat Polda Metro Jaya yang dilaksanakan secara serentak di wilayah hukum Polda Metro Jaya, termasuk Jakarta Timur.
Operasi ini guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya menjelang bulan Ramadhan.
Posko-posko ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari kepolisian, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur, TNI/Polri, Kodim 0505 hingga elemen masyarakat.
Baca juga: Pemprov DKI gelar "Car Free Night" saat malam takbiran
Setiap posko terpadu diisi oleh 20 personel yang bersiaga. Dari jumlah tersebut, 10 personel berasal dari unsur Polri, baik dari Polres Metro Jakarta Timur maupun Polda Metro Jaya.
Sedangkan 10 personel lainnya terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kodim 0505 Jakarta Timur serta elemen masyarakat di sekitar lokasi posko.
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































