Pemkot Jaktim masifkan program pemilahan sampah berbasis rumah

2 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim) terus menggencarkan program pemilahan sampah berbasis rumah tangga sebagai bagian dari upaya meningkatkan pengelolaan sampah dari sumbernya.

"Terkait pemilahan sampah berbasis rumah dan berbasis RW, saat ini kami sedang masif melakukan sosialisasi dari rumah ke rumah," kata Wali Kota Jakarta Timur Munjirin di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu.

Program tersebut dijalankan sebagai tindak lanjut atas Instruksi Presiden serta arahan Gubernur DKI Jakarta mengenai pengelolaan sampah berbasis rumah dan rukun warga (RW).

Munjirin menyebutkan pihaknya telah menindaklanjuti instruksi tersebut dengan melakukan sosialisasi secara masif kepada masyarakat.

Edukasi kepada warga dilakukan langsung dari rumah ke rumah agar masyarakat memahami pentingnya memilah sampah mulai dari sumbernya.

"Kami di Jakarta Timur menindaklanjuti apa yang disampaikan oleh Menteri serta Instruksi Presiden dan Gubernur terkait pemilahan sampah berbasis rumah dan berbasis RW," ujar Munjirin.

Menurut dia, langkah tersebut merupakan bagian dari implementasi kebijakan yang telah dikeluarkan oleh Gubernur DKI Jakarta terkait pemilahan sampah berbasis rumah tangga.

Pemkot Jakarta Timur, kata dia, juga menggerakkan seluruh jajaran wilayah untuk mempercepat sosialisasi kepada masyarakat.

Baca juga: Pemprov DKI Jakarta tutup Zona 4 TPST Bantargebang pasca-longsor

Lebih lanjut, Munjirin mengakui pelaksanaan program pemilahan sampah berbasis rumah tangga belum menjangkau seluruh warga.

Oleh karena itu, Pemkot Jakarta Timur mengintensifkan sosialisasi dengan melibatkan aparat kecamatan, kelurahan, serta Suku Dinas Lingkungan Hidup.

"Walaupun memang belum semuanya tersasar, kami terus bersama aparat kecamatan, kelurahan, dan Suku Dinas Lingkungan Hidup melakukan sosialisasi secara masif tentang pemilahan sampah di sumbernya," jelas Munjirin.

Dia pun mengimbau masyarakat untuk mendukung keberhasilan program tersebut dengan memilah sampah mulai dari rumah, antara sampah organik dan anorganik.

"Sehingga, dapat mengurangi beban sampah yang sulit terurai, khususnya plastik," ucap Munjirin.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memperketat sistem pemilahan sampah agar tidak seluruh sampah dari Jakarta dikirim ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat

"Jumlah sampah kita antara 7.400 sampai dengan 8.000 ton per hari. Hampir sebagian besar tidak dilakukan pemisahan, kemudian dikirim ke Bantargebang," kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo di Balai Kota Jakarta, Senin (9/3).

Menurut dia, kebijakan pemilahan sampah itu juga sejalan dengan arahan dari Kementerian Lingkungan Hidup. Dengan pemilahan yang lebih baik, tidak semua sampah perlu berakhir di tempat pembuangan akhir.

"Dan untuk itu, kami melakukan proses pemilahan di ujung, sekaligus untuk mengatur agar semuanya itu tidak dikirimkan ke Bantargebang. Karena Bantargebang memang harus mulai ada pembatasan, karena daya tampungnya sudah sangat terbatas," ungkap Pramono.

Baca juga: DKI lakukan stabilisasi area TPST Bantargebang cegah longsor susulan

Baca juga: Optimalisasi RDF tingkatkan efektivitas pengelolaan sampah di Jakarta

Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |