Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat membongkar 31 bangunan liar berupa kios, dan warung makan yang berada di Jalan Kebon Kacang 30, Tanah Abang, Selasa.
"Pembongkaran sudah disosialisasikan sejak pekan lalu. Sehingga para pedagang sudah mengetahui bahwa mereka tidak boleh kembali berjualan di lokasi yang berada di belakang Plaza Indonesia itu," kata Camat Tanah Abang, Jakarta Pusat Dwiarti Indriani Utami di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, penertiban berlangsung dua hari yaitu mulai Senin (9/3) hingga Selasa (10/3) dengan menyasar bangunan liar terdiri dari kios dan warung makan yang berada di sepanjang Jalan Kebon Kacang 30.
Ia menjelaskan bahwa 31 bangunan liar yang dibongkar seluruhnya berdiri di atas trotoar, sehingga mengganggu akses pejalan kaki dan ketertiban umum.
Baca juga: Pemkot Jakpus tertibkan puluhan bangunan liar di Petojo
Pemkot Jakpus tidak menyediakan tempat relokasi di kawasan lain karena mereka berdagang liar dan tanpa izin. "Tidak ada relokasi karena memang kita tidak merekomendasikan. Membangun tanpa permisi," ujarnya.
Selain itu, Pemkot Jakarta Pusat juga menertibkan parkir liar yang berada di sepanjang Jalan Kebon Kacang 30, meskipun mereka sebelumnya menyatakan menolak untuk ditertibkan.
"Memang para jukir liar yang ada di sini juga termasuk anak kampung sini, warga sini. Ini shock therapy juga bagi mereka, kejutan bagi mereka bahwa mereka tidak bisa lagi mencari tambahan rezeki," katanya.
Ia menambahkan, penertiban yang dilakukan di Jalan Kebon Kacang 30 merupakan respons atas banyaknya aduan masyarakat soal kondisi jalan yang semrawut. Akibat bangunan liar dan parkir liar di sepanjang jalan, masyarakat sulit untuk melewati jalan.
Baca juga: Sebanyak 37 bangunan liar di jalur kereta Jakbar dibongkar
Baca juga: Puluhan bangunan liar di Pasar Deprok Jakbar dibongkar
Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































