Situbondo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur mendirikan dapur umum pasca-banjir bandang yang menerjang ribuan rumah warga dan fasilitas umum, pada Minggu.
Pada Sabtu (7/3) malam, banjir luapan air sungai terjadi di enam kecamatan yakni di Kecamatan Banyuglugur, ada dua desa terdampak yakni Desa Kalianget dan Desa Banyuglugur. Di Kecamatan Besuki ada lima desa yakni Desa Kalianget, Besuki, Kalimas, Bloro dan Pesisir.
Di Kecamatan Jatibanteng ada dua desa terdampak yakni Jatibanteng dan Wringin anom. Kecamatan Mlandingan ada dua desa yakni Selomukti dan Sumberpinang dan satu desa di Kecamatan Bungatan yakni Desa Bungatan, dan di Kecamatan Kendit ada dua desa, yakni Klatakan dan Kendit.
"Dapur umum kami dirikan di Kantor Kecamatan Besuki, menyediakan makanan siap santap bagi ribuan warga terdampak banjir bandang di Kecamatan Besuki dan di Kecamatan Banyuglugur," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial, Viskanto Adi Prabowo di Situbondo, Minggu.
Baca juga: Sebanyak 2.682 rumah di Kabupaten Serang terendam banjir
Menurut dia, setiap hari Dinas Sosial setempat memasak sebanyak 2.000 sampai 3.000 nasi bungkus yang didistribusikan kepada warga terdampak di Kecamatan Banyuglugur dan Kecamatan Besuki.
Viskanto menyampaikan, nasi siap santap sangat dibutuhkan warga terdampak banjir karena semua perabotan mereka termasuk kompor dan alat memasak rusak terendam air bercampur lumpur.
"Memang ada bantuan beras dan makanan siap saji, tapi yang dibutuhkan warga saat ini adalah makanan jadi, atau nasi bungkus," kata dia.
Viskanto menambahkan, Dinas Sosial akan menambah satu lagi dapur umum di Kantor Kecamatan Banyuglugur, untuk memenuhi makanan bagi warga terdampak.
Sampai saat ini BPBD setempat terus melakukan asesmen rumah terdampak banjir, maupun kerusakan fasilitas umum akibat banjir luapan sungai di sejumlah kecamatan.
Baca juga: Bupati Situbondo sebut dua warga dilaporkan hilang terseret banjir
Baca juga: Banjir rendam 573 rumah di Kota Serang, dua bangunan roboh
Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































