Pemkab Grobogan bebaskan biaya pengobatan korban dugaan keracunan MBG

6 hours ago 3
Biaya masih kami kaji karena menunggu hasil laboratorium, tetapi yang pasti korban keracunan MBG tidak boleh dikenakan biaya

Grobogan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan, Jawa Tengah, membebaskan biaya pengobatan bagi semua korban maupun keluarga korban yang diduga mengalami keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan menjalani perawatan di sejumlah fasilitas layanan kesehatan milik pemerintah.

"Korban yang tercatat sebagai peserta aktif BPJS Kesehatan, biaya pelayanan kesehatan ditanggung melalui mekanisme BPJS. Sedangkan korban yang tidak terdaftar atau tidak aktif sebagai peserta BPJS Kesehatan, pembiayaan perawatan akan ditanggung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan/atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Grobogan Anang Armunanto di Grobogan, Kamis.

Ia mengungkapkan kebijakan tersebut diberlakukan untuk memastikan seluruh korban mendapatkan layanan kesehatan secara optimal tanpa terkendala persoalan pembiayaan.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Grobogan Djatmiko menyampaikan biaya perawatan korban dugaan keracunan MBG masih dalam tahap pengkajian sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab kejadian tersebut.

Baca juga: Pemprov Jateng tangani cepat dugaan keracunan MBG di Grobogan

Meski demikian dia menegaskan seluruh korban dipastikan tidak akan dikenakan biaya pengobatan.

"Biaya masih kami kaji karena menunggu hasil laboratorium, tetapi yang pasti korban keracunan MBG tidak boleh dikenakan biaya. Sampai saat ini rumah sakit dan puskesmas belum menarik biaya pelayanan kesehatan apapun," ujarnya.

Ia menjelaskan hingga Kamis (15/1) dari total 803 warga yang tercatat mengalami gejala keracunan, sebanyak 115 orang sempat mendapatkan perawatan, baik rawat jalan maupun rawat inap, di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan.

Fasilitas tersebut antara lain RSUD Ki Ageng Getas Pendowo, RSUD R. Soedjati Purwodadi, serta sejumlah puskesmas seperti Puskesmas Karangrayung I, Kedungjati, Gubug I, Toroh I, Klambu, Grobogan, dan Godong, serta RS Permata Bunda dan fasilitas kesehatan lainnya.

Baca juga: 688 warga Grobogan sembuh dari dugaan keracunan MBG dan 54 dirawat

Dinkes Kabupaten Grobogan mencatat sebanyak 738 warga telah dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang, sementara empat pasien masih menjalani perawatan masing-masing dirawat di RSUD Ki Ageng Getas Pendowo sebanyak dua orang, RSUD R. Soedjati Purwodadi satu orang, dan Puskesmas Godong 1 sebanyak satu orang.

Peristiwa dugaan keracunan tersebut berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sami Aji Food yang berlokasi di Desa Kuwaron, Kecamatan Gubug.

Berdasarkan laporan pada Rabu (14/1) pukul 19.00 WIB, jumlah penerima manfaat Program MBG tercatat sebanyak 2.904 orang dengan 803 orang dilaporkan mengalami gejala keracunan.

Dinkes Kabupaten Grobogan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi pasien yang masih dirawat serta berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan penanganan berjalan optimal.

Baca juga: Pasien kasus keracunan MBG di Grobogan berangsur pulih

Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |