Pemkab Bandung salurkan bantuan pangan untuk 28 ribu keluarga

3 hours ago 3

Bandung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, Jawa Barat, menyalurkan bantuan pangan bagi 28.370 keluarga yang tersebar di 47 desa di 13 kecamatan di wilayahnya.

Bupati Bandung Dadang Supriatna dalam keterangannya di Bandung, Minggu, mengatakan bahwa bantuan ini diberikan untuk masyarakat yang masuk kategori rentan pangan dan kantong kemiskinan.

“Masing-masing keluarga menerima 5 kilogram beras dan 1 botol minyak goreng. Jika dijumlahkan, bantuan ini mencapai 141,85 ton beras dan 28.370 botol minyak goreng," ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa data penerima bersumber dari DTSEN (Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional) kategori Desil 1, diprioritaskan bagi masyarakat yang belum mendapatkan bantuan sosial lain, seperti PKH, BPNT, atau Kartu Sembako sehingga diharapkan bantuan ini tepat sasaran.

Baca juga: Pemkab Bandung salurkan 10.730 paket sembako untuk ojek pangkalan

Menurutnya, program ini bertujuan menjaga ketahanan pangan rumah tangga, mengendalikan inflasi dan stabilitas harga pangan, mendukung pencegahan stunting, serta meringankan beban pengeluaran masyarakat.

“Dengan terpenuhinya kebutuhan pangan dasar, warga dapat hidup lebih sehat, produktif, dan sejahtera,” ujarnya.

Selain menyalurkan bantuan, program Safari Ramadhan yang menjadi media penyaluran bantuan tersebut juga menjadi momentum mempererat silaturahim antara pemerintah dan masyarakat.

Bupati menekankan kehadiran pemerintah bukan sekadar distribusi bantuan, tetapi juga untuk mendengar aspirasi warga, memperkuat kebersamaan, dan membangun kepercayaan.

Baca juga: Bulog Bandung salurkan 11.600 ton beras bantuan cadangan pangan

Pemkab Bandung menargetkan bantuan ini turut menciptakan stabilitas sosial, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat daya tahan ekonomi lokal, serta menurunkan angka kemiskinan ekstrem di daerah.

Pewarta: Ilham Nugraha
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |