Pemkab Aceh Timur berkomitmen pulihkan objek wisata air panas

2 hours ago 2

Banda Aceh (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh berkomitmen memulihkan kembali objek wisata Air Panas Terujak pasca-bencana karena memiliki potensi besar sebagai wisata alam dan kesehatan di daerah setempat.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Aceh Timur Syahril di Aceh Timur, Kamis, mengakui upaya pemulihan tersebut memerlukan perencanaan matang, termasuk mitigasi bencana, agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

"Kami berupaya objek wisata ini bisa kembali pulih dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Namun, tentu harus melalui kajian teknis, terutama terkait kondisi geografis dan potensi longsor di kawasan tersebut," kata dia.

Objek wisata pemandian air panas di Gampong Terujak, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur rusak parah akibat banjir bandang akhir November 2025, menyebabkan kawasan tersebut tidak lagi dapat dimanfaatkan sementara waktu, baik oleh masyarakat maupun wisatawan.

"Objek wisata pemandian Air Panas Terujak mengalami kerusakan akibat banjir. Kolam sumber air panas tertimbun material banjir berupa tanah, kayu, dan bebatuan," katanya.

Baca juga: Wisatawan berkunjung ke Aceh capai 18,3 juta orang selama 2025

Ia menyebutkan objek wisata Air Panas Terujak merupakan sumber air panas alami yang keluar dari lereng bukit dan kawasan hutan.

Airnya, katanya, mengandung mineral tertentu dan dipercaya masyarakat memiliki manfaat bagi kesehatan, seperti meredakan pegal-pegal dan penyakit kulit.

Dia mengatakan kandungan air panas tersebut menjadikan pemandian Air Panas Terujak sebagai destinasi wisata favorit, khususnya warga lokal dan wisatawan berasal dari daerah sekitar.

"Banyak masyarakat datang berwisata ke Air Panas Terujak. Air panasnya dimanfaatkan pengunjung merebus telur karena suhunya yang cukup tinggi dan alami," kata dia.

Namun, katanya, banjir bandang yang disertai longsor akhir November 2025 mengubah kondisi kawasan wisata tersebut secara drastis. Material longsoran dari perbukitan menimbun kolam utama pemandian. Sejumlah fasilitas pendukung juga mengalami kerusakan akibat terjangan air dan lumpur.

Syahril mengatakan banjir juga berdampak pada akses menuju lokasi wisata yang kini sulit dilalui. Hal ini membuat aktivitas wisata di kawasan tersebut terhenti total hingga proses pembersihan dan penanganan pasca-bencana dapat dilakukan.

"Untuk saat ini, kawasan wisata tersebut belum bisa dioperasikan kembali. Kami masih melakukan pendataan tingkat kerusakan dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk langkah penanganan ke depan," katanya.

Baca juga: Destinasi wisata sungai di Aceh Timur jadi lautan pasir akibat banjir

Baca juga: Hampir 80 persen destinasi wisata di Aceh terdampak banjir dan longsor

Pewarta: M.Haris Setiady Agus
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |