Pemerintah upayakan pasar bersih untuk tarik minat belanja masyarakat

6 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah menggencarkan Gerakan Nasional Bersih Pasar untuk menciptakan pasar rakyat yang bersih dan sehat guna meningkatkan kenyamanan serta menarik minat warga untuk berbelanja di pasar tradisional.

Gerakan Nasional Bersih Pasar tersebut melibatkan Kementerian Perdagangan (Kemendag), Kementerian Lingkungan Hidup (LH), Polri dan pemerintah daerah.

Menteri Perdagangan Budi Santoso di Jakarta, Rabu, mengatakan kebersihan pasar menjadi faktor penting agar pasar rakyat tetap menjadi pilihan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Selain itu, menurut dia, kondisi pasar yang bersih juga dapat mendorong aktivitas ekonomi dan wisata kuliner di kawasan pasar.

“Gerakan bersih pasar ini sebenarnya salah satu cara untuk meningkatkan kesehatan, kenyamanan para pedagang dan bapak-ibu yang belanja di pasar. Sehingga pasar rakyat ini tetap menjadi pilihan bagi kita semua untuk berbelanja, juga untuk berwisata kuliner," katanya.

Menurut dia, peningkatan kebersihan pasar tidak hanya berdampak pada kesehatan lingkungan, tetapi juga berpotensi meningkatkan jumlah pengunjung dan aktivitas perdagangan di pasar rakyat.

"Jadi kalau pasarnya bersih, pasarnya sehat, maka semakin banyak orang yang datang untuk berbelanja,” ujar Budi.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa kementeriannya mendukung penuh pelaksanaan Gerakan Nasional Bersih Pasar yang menyasar pasar-pasar rakyat sebagai salah satu titik penting pengelolaan sampah di perkotaan.

Ia menjelaskan, pasar memiliki peran penting sebagai ruang sosial dan budaya masyarakat. Kondisi kebersihan pasar dapat pula mencerminkan budaya dan perilaku masyarakat dalam menjaga lingkungan.

“Pasar sebagai simpul budaya tentu dimaknai tempat berbagai macam karakter berkumpul. Jadi bersihnya pasar rakyat seharusnya mencerminkan bersihnya budaya di masing-masing masyarakatnya,” ujar dia.

Hanif juga mengungkapkan bahwa pemerintah terus melakukan evaluasi secara berkala terhadap pengelolaan sampah di kawasan pasar.

Hingga saat ini, hampir seluruh pasar di Daerah Khusus Jakarta (DKJ) telah diberikan sanksi administratif berupa paksaan pemerintah agar menyelesaikan pengelolaan sampahnya secara mandiri.

Menurut dia, volume sampah dari kawasan pasar dan aktivitas perkotaan di Jakarta mencapai hampir 1.000 ton per hari, sehingga diperlukan upaya serius dan kolaboratif untuk mengatasinya.

Ia menekankan pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumbernya sebagai langkah awal pengelolaan yang efektif.

Tanpa pemilahan, biaya penanganan sampah akan jauh lebih besar, termasuk jika mengandalkan teknologi seperti pembangkit listrik tenaga sampah.

“Sehebat apapun teknologi yang digunakan, secanggih apapun metodologi yang didebatkan, maka sejatinya pengelolaan sampah hanya bisa dimulai setelah dilakukan pemilahan,” katanya.

Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |