Nagan Raya (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh bersama BNPB dan pihak terkait, saat ini terus berupaya membangun jaringan listrik kepada masyarakat korban bencana alam banjir bandang di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang.
“Kami memohon agar masyarakat bersabar, saat ini pemerintah terus berupaya membangun jaringan listrik ke lokasi bencana, termasuk ke lokasi hunian sementara,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagan Raya, Aceh, Irfanda Rinaldi kepada ANTARA, Sabtu.
Ia menjelaskan, saat ini sebanyak 379 kepala keluarga (KK) di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, masih menghuni tenda pengungsian karena masih menunggu proses pembangunan barak huntara yang saat ini dikerjakan oleh BNPB melalui masing-masing vendor.
Irfanda mengakui sebagian pengungsi di daerah tersebut saat ini masih mengandalkan sarana penerangan seadanya pada malam hari, karena pemerintah masih terus berupaya memperbaiki jaringan listrik, termasuk memasok jaringan listrik ke lokasi huntara yang saat ini sedang dilakukan pembangunan.
Baca juga: Korban banjir bandang di Nagan Raya menikmati Ramadhan tanpa listrik
Meski masih tinggal di tenda pengungsian, kata dia, saat ini BNPB dan Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Aceh, masih terus memasok kebutuhan penyintas bencana ke lokasi pengungsian.
Hal ini sebagai upaya membuktikan kepada penyintas bencana, bahwa hingga saat ini pemerintah pusat bersama pemerintah daerah, masih terus hadir di tengah-tengah masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di lokasi pengungsian.
Irfanda menambahkan, nantinya setelah pembangunan hunian sementara tuntas, maka seluruh masyarakat yang selama ini mengungsi akan segera menempati huntara yang disediakan oleh pemerintah.
“Sekali lagi kami mohon masyarakat agar bersabar, pemerintah terus berupaya menyediakan layanan listrik dan kebutuhan dasar masyarakat secara maksimal,” katanya.
Sebelumnya, masyarakat korban banjir bandang di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh hingga saat ini belum menikmati sarana penerangan listrik sejak kawasan ini dilanda banjir pada akhir November 2025 lalu.
“Tidak hanya pascabanjir, memasuki hari ke-17 bulan suci Ramadhan, kami bersama masyarakat makan sahur dan berbuka puasa dalam kondisi gelap. Hanya penerangan seadanya yang ada,” kata Samsuardi, warga Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Aceh kepada ANTARA, Jumat (6/3) malam.
Baca juga: Baznas Agam salurkan sembako dan uang tunai ke penyintas di huntara
Ia mengatakan hingga saat ini, ratusan masyarakat Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya yang mengungsi di tenda darurat, terpaksa berbuka puasa dan sahur menggunakan lilin serta penerangan tradisional atau lampu panyet (lampu yang di nyalakan menggunakan api).
Samsuardi mengatakan, penerangan merupakan sarana yang sangat penting di bulan suci Ramadhan, apalagi saat berbuka dan makan sahur. Padahal sarana penerangan sangat dibutuhkan masyarakat untuk menjalankan ibadah dengan khusyuk.
Ia mengakui sudah hampir empat bulan pascabencana banjir bandang melanda Beutong Ateuh Nagan Raya, namun hingga kini masih banyak masyarakat yang tinggal di tenda dalam kondisi tanpa listrik.
Oleh karena itu, ia berharap pemerintah pusat dan daerah segera mengatasi persoalan tersebut, sehingga korban bencana tidak terus menerus larut dalam kegelapan tanpa sarana listrik, termasuk di bulan suci Ramadhan.
Baca juga: BPJN targetkan perbaikan Jalan Lembah Anai tuntas pada Juli 2026
Baca juga: Satgas PRR targetkan tak ada lagi pengungsi di tenda saat Lebaran
Pewarta: Teuku Dedi Iskandar
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































