Pemerintah libatkan TNI untuk proyek olah timbunan sampah jadi BBM

1 month ago 42

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan akan mengolah timbunan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) menjadi bahan bakar minyak (BBM) bersama BRIN, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), hingga TNI.

“Sebelumnya sampah diubah menjadi listrik, sekarang kita kerja sama lagi (sampah jadi BBM) dengan TNI, teknologinya dari BRIN dan Dikti,” ujar Zulhas, sapaan akrab Zulkifli Hasan, ketika ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Selasa.

Zulhas menyampaikan pengolahan sampah menjadi BBM merupakan bagian dari transformasi besar pengelolaan sampah. Sebelumnya, tutur dia, pemerintah fokus pada pengolahan sampah menjadi listrik.

Kini, pemerintah mendorong timbunan sampah menjadi BBM dengan skema pirolisis atau proses penguraian bahan organik melalui pemanasan suhu tinggi. Zulhas mengungkapkan terdapat enam lokasi yang dibidik untuk proyek sampah menjadi BBM.

"Ada enam (lokasi). Ada di Bantargebang, ada di Bandung, ada di Bali," ucap Zulhas.

Zulhas menjelaskan, perbedaan di antara kedua proyek tersebut terletak pada jenis sampahnya. Untuk proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL), pemerintah akan menggunakan sampah-sampah baru.

Sedangkan, untuk proyek sampah menjadi BBM, pemerintah akan menggunakan sampah yang sudah menggunung.

“Kita sudah punya sampah yang menggunung, setinggi gedung 16 lantai. Seperti di Bantargebang. Itu sekarang yang pakai pirolisis. Tumpukan sampah yang tinggi-tinggi itu akan diolah menjadi BBM,” ucap Zulhas.

Melalui paparannya, Zulhas menyampaikan proyeksi timbunan sampah pada 2029 diperkirakan sebanyak 146.780 ton per hari. Lebih jauh, dalam paparannya terdapat lima pilihan teknologi pengolahan sampah. Sebesar12,4 persen dari total sampah diolah dengan pengolahan organik di sumber sampah.

Kemudian, sebesar 19,8 persen diolah TPS-3R (Reduce, Reuse, Recycle) di bank sampah induk; sebesar 25,3 persen dari total sampah diolah TPST RDF (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu - Refuse Derived Fuel).

Selanjutnya, 20 persen diolah dengan teknologi pirolisis; dan 22,5 persen dari total sampah diolah dalam proyek PSEL.

“Sampah tidak lagi sebagai beban, tetapi sebagai sumber energi dan bagian dari cita-cita kemandirian energi nasional,” kata Zulhas.

Baca juga: Ketika tumpukan plastik di Cimahi jadi energi baru

Baca juga: Menyuling sampah plastik jadi BBM

Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |