Pemda serahkan Rp2,7 miliar bantu 373 pedagang terdampak banjir Bali

3 months ago 18

Denpasar (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali dan Pemerintah Kota Denpasar menyerahkan bantuan lebih dari Rp2,7 miliar untuk 373 pedagang Pasar Kumbasari dan Pasar Badung yang terdampak banjir besar pada Rabu (10/9) lalu.

“Ini angkanya kami duduk bareng enaknya bagaimana supaya nanti tidak ada masalah hukum di kemudian hari, akhirnya disepakati besarannya Rp10 juta untuk pemilik kios, Rp5 juta los, dan Rp3 juta pelataran, totalnya menjadi Rp2,7 miliar lebih,” kata Gubernur Bali Wayan Koster.

Gubernur Wayan Koster di Pasar Kumbasari, Denpasar, Kamis, membagikan langsung kepada para pedagang, dimana untuk total usaha terdampak sendiri terdiri dari 72 kios, 148 los, dan 418 pelataran dengan total 638 usaha.

Dari 638 usaha ini pemiliknya ada 373 orang, sebab beberapa dari mereka memiliki lebih dari satu lapak, dengan rincian 42 orang memiliki kios, 51 orang memiliki los, dan 280 orang di pelataran.

Selain bantuan Rp2,7 miliar lebih itu, pemerintah juga menyerahkan santunan kepada 18 korban meninggal dunia dengan rincian masing-masing ahli waris mendapat Rp15 juta dari Pemprov Bali, Rp15 juta dari Pemkot Denpasar, dan Rp15 juta dari Kementerian Sosial.

Juga pemerintah daerah memberi bantuan perbaikan pura di pasar yang terhantam banjir besar yaitu Pura Melanting dan Pura Taman Beji.

“Pura Melanting dibantu Rp429.500.000, Pura Taman Beji Rp281.000.000 jadi untuk pura totalnya Rp710.500.000 sehingga total bantuan untuk pedagang pasar dan pura menjadi Rp3.424.500.000,” ujar Gubernur Koster.

Baca juga: Pemprov Bali serahkan santunan ke keluarga korban banjir

Untuk menunjukkan keterbukaan dengan pedagang, Gubernur Bali membacakan secara langsung bahwa dana yang sudah dikucurkan ke rekening pedagang setelah divalidasi sebesar Rp3.123.500.000 dan yang belum di Rp301.000.000.

“Yang belum ditransfer ini karena satu orang pemilik kios rekeningnya tidak valid, tolong kepala BPD Bali segera rapikan supaya segera masuk tidak salah sasaran, kemudian pedagang pelataran meninggal 4 orang jadi dia sudah masuk ke dalam santunan ahli waris, ada yang masih hilang satu orang, dan menolak bantuan tiga orang,” kata Koster.

Selain itu masih ada tujuh pedagang yang alamatnya belum jelas, dua orang tidak dapat dihubungi, empat orang belum membuat rekening, dan 53 orang dalam proses validasi.

“Jadi itu datanya yang sudah ditransfer maupun belum, yang belum mohon segera dirapikan kalau bisa hari ini selesaikan, saya minta segera ambil uangnya,” kata dia.

Baca juga: BNPB: 18 orang meninggal akibat banjir di Bali

Pemprov Bali meminta para pedagang segera menggunakan bantuan tersebut untuk modal kembali berjualan, sehingga operasional Pasar Kumbasari dan Pasar Badung segera normal.

Terhadap situasi pasar yang dilintasi sungai Tukad Badung, ia memastikan seluruh air limpahan sungai dan hujan sudah surut, tersisa lumpur yang masih perlu dibersihkan.

“Ada becek-becek tolong dirapikan supaya tidak becek kalau bisa baunya hilangkan biar enak nyaman berdagang, mulai berdagangnya tolong dicarikan dewasa (hari) yang baik supaya untung pedagangnya,” ujar Koster.

Salah satu pedagang bernama Wayan Kleped (64) mengaku bersyukur bantuan pemerintah sudah turun, sehingga ia dapat membeli perlengkapan berjualannya yang hanyut di plataran Pasar Kumbasari.

"Dapat Rp3 juta, syukuri tidak usah terlalu banyak minta ini sudah bisa saya pakai beli meja, laci, talenan, dan sisanya modal beli ikan," ucapnya.

Pedagang asal Jimbaran yang sudah berjualan ikan sejak tahun 1980 itu mengatakan saat banjir besar seluruh barangnya hanyut, beruntung ia sedang tidak di pasar karena hari itu Hari Raya Pagerwesi dan ia memutuskan libur.

"Saya pas itu tidak jualan libur Pagerwesi, tapi saya datang jam 9 tahu-tahu ambles semuanya tidak ada yang tersisa, sekarang sudah dapat bantuan bisa saya tarik biar mulai jualan, baru semalam mau mulai jualan," kata dia.

Baca juga: MMKSI hadirkan program Peduli Banjir Bali hingga akhir September 2025

Baca juga: Pemprov Bali hitung kerugian 474 pedagang pasar terdampak banjir

Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |