Battambang, Kamboja (ANTARA) - Petani padi Kamboja, Roeu Chamroeun, mengatakan pembelian beras produksi lokal oleh konsumen China membantu menstabilkan harga dan meningkatkan mata pencaharian petani pedesaan.
Petani berusia 58 tahun ini, yang menanam varietas padi harum Phka Romduol dan Phka Malis di lahan pertaniannya di distrik Banan, Kamboja barat laut, mengatakan pembelian beras oleh China telah menjamin pendapatan yang stabil bagi keluarganya dan sesama petani.
Phka Romduol dan Phka Malis merupakan varietas padi premium yang harum dan berbulir panjang serta telah meraih penghargaan. Kedua varietas tersebut dikenal karena aromanya yang alami, teksturnya yang lembut, serta cita rasanya yang istimewa.
Chamroeun memanen lebih dari 50 ton gabah setiap tahun dari lahan pertanian seluas 9,5 hektare miliknya. Dia mengatakan tanamannya dibudidayakan secara alami tanpa bahan kimia, sehingga menghasilkan rasa yang harum dan lezat.
"Saya senang China membeli beras dari Kamboja, menciptakan pasar yang kuat bagi beras Kamboja dan membantu petani memperoleh penghidupan yang lebih baik," katanya kepada Xinhua dalam wawancara baru-baru ini.
Suom Mom, petani padi lainnya yang juga berusia 58 tahun di Distrik Banan, Provinsi Battambang, mengaku sangat senang karena beras Kamboja berhasil membangun pasar yang kuat di China.
Sementara itu, Taing Sokchamroeun (36), pengawas produksi dan kualitas di Pabrik Penggilingan Beras Taing Eanghuot di Provinsi Battambang, mengatakan fasilitas tersebut menggiling rata-rata 30 ton beras per hari.
"Kami memasok beras untuk pasar domestik dan baru-baru ini memperluas ekspor ke China," ujarnya kepada Xinhua. "Beras kami lezat dan harum, dengan standar higienitas yang telah tersertifikasi HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point), sehingga konsumen dapat memercayai keamanan maupun cita rasanya."
Presiden Federasi Beras Kamboja Lay Chhun Hour mengatakan China merupakan pembeli terbesar beras giling Kamboja.
"China adalah pasar yang sangat penting dan bernilai tinggi bagi beras Kamboja, terutama untuk varietas beras harum premium, yang mendorong pendapatan serta pertumbuhan signifikan bagi sektor ini," katanya kepada Xinhua. Selesai
Pewarta: Xinhua
Editor: Martha Herlinawati Simanjuntak
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































