Pemain "Pengepungan di Bukit Duri" banyak riset negara sendiri

1 week ago 7

Jakarta (ANTARA) - Para pemain film “Pengepungan di Bukit Duri” yakni Morgan Oey, Omara Esteghlal, Hana Pitrashata Malasan, dan Satine Zaneta mengaku banyak melakukan riset tentang negara sendiri sejak bermain peran di film garapan Joko Anwar tersebut.

“Di terakhir aku merasa, wah gila, ternyata aku jadi makin pinter gara-gara main film ini. Banyak yang aku baca, sebelumnya aku belum baca, literasi-literasi yang aku harus riset untuk karakter tersebut,” kata Omara saat berkunjung ke ANTARA Heritage Center, Jakarta, Jumat.

Film "Pengepungan di Bukit Duri" tidak hanya menyajikan cerita yang kuat, tetapi juga mendorong para pemain untuk melakukan riset mendalam demi memahami isu-isu sosial yang diangkat.

Alih-alih menghadapi kesulitan berarti, Omara dan kawan-kawan mengaku proses syuting berjalan begitu mulus, berkat tuntunan Joko Anwar dalam membantu mereka mendalami karakter masing-masing.

Baca juga: Gandeng para bintang, film kriminal latar Hawaii akan digarap Scorsese

Berdiskusi tentang isu-isu yang tengah terjadi di Indonesia, utamanya perihal sosial dan politik, juga menjadi ritual rutin para pemain bersama sang sutradara selama proses pembuatan film.

“Dari segi tema sebetulnya ini berat banget,” ujar Morgan.

“Tapi semuanya berasa sangat ringan, karena reading bersama abang Joko dan teman-temanku ini adalah ngobrol, kita ngobrol, diskusi panjang tentang budaya, tentang politik, tentang kekerasan, itu yang akhirnya memang benar-benar dicari dan digali lebih dalam pada saat proses,” tambahnya.

Diskusi yang melibatkan topik-topik berat, utamanya perihal keadilan sosial hingga dan kekerasan memberi para aktor pemahaman lebih dalam tentang latar belakang sosial dan politik karakter mereka masing-masing.

Baca juga: Film "Rahasia Rasa", sajikan emosi mendalam lewat makanan

“Wah banyak banget (topik diskusi), ini fun fact, ada satu masa ketika kita lagi reading, kita ngomongin Pancasila, etimologinya, asal-usulnya, dan seterusnya,” Omara berseloroh.

Adapun “Pengepungan di Bukit Duri” mengisahkan Edwin (Morgan Oey), seorang pria yang memegang janji terakhir kakaknya sebelum meninggal, yaitu untuk menemukan keponakannya yang hilang.

Pencariannya membawa Edwin ke SMA Duri, sebuah sekolah khusus bagi anak-anak bermasalah yang terkenal dengan murid-muridnya yang penuh kekerasan dan tak terkendali.

Demi menyelidiki keberadaan sang keponakan, Edwin menyamar sebagai guru di sekolah tersebut.

Baca juga: Film "Pernikahan Arwah" ingin sajikan horor yang berbeda

Namun, tugasnya menjadi lebih sulit ketika ia harus menghadapi siswa-siswa yang tidak segan bertindak brutal. Ketika akhirnya Edwin menemukan keponakannya, keadaan justru semakin kacau.

Kerusuhan besar pecah di seluruh kota, membuat mereka terjebak di dalam sekolah yang berubah menjadi medan pertempuran.

Kini, Edwin dan keponakannya harus bertahan hidup di tengah kepungan anak-anak yang kini menjelma menjadi ancaman mematikan. Film thriller-aksi ini akan segera tayang di bioskop-bioskop Indonesia, pada 17 April 2025.

Baca juga: Film "Ne Zha 2" picu lonjakan pesanan di pabrik-pabrik mainan China

Baca juga: Iran gandeng RI perkecil kesenjangan perfilman lewat festival film

Baca juga: CGTN: Sebuah Program Diluncurkan di Beijing untuk Memfasilitasi Industri Perfilman dan Pariwisata

Pewarta: Pamela Sakina
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |